Dari Surabaya Untuk Nusantara: Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga, Bentuk Pengabdian Masyarakat dan Penerapan Multidisiplin

JurnalPost.com – Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang berada di Asia Tenggara, terletak di antara benua Asia dan Australia, serta di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Indonesia, sebagai negara kepulauan, memiliki wilayah laut yang luas dibandingkan dengan wilayah daratnya yang berkisar 80% wilayah laut dan 20% wilayah darat dan memiliki sekitar 17.500 pulau yang tersebar di wilayah Indonesia. Dari 17.500 pulau tersebut, hanya sekitar 6.000 pulau yang tidak berpenghuni sehingga memberikan gambaran bahwa banyak masyarakat yang tinggal di antara 11.000 pulau di Indonesia.

Dari banyaknya pulau-pulau di Indonesia yang berpenghuni tersebut sedikit memungkinkan bahwa setiap pulau memiliki pemerataan fasilitas, infrastruktur, pendidikan, teknologi, dan pelayanan kesehatan yang optimal, terutama pulau-pulau yang berada di wilayah terpencil, karena keterbatasan akses dan ketimpangan lainnya. Hal ini setidaknya memberikan gambaran bahwa masih banyak masyarakat di pulau-pulau yang terpencil yang memiliki kesulitan untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang memadai.

Tergerak untuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat yang berada di kepulauan terpencil, dr. Agus Harianto, SpB.(K), yang merupakan alumni dari kedokteran Universitas Airlangga, dan kawannya membentuk komunitas relawan kesehatan yang bernama ‘Sailing Medical Service’ atau SMS di RSUD Telehu Maluku yang dimana merupakan pelayanan kesehatan bahari, menggunakan perahu menuju seluruh penjuru Maluku untuk memberikan pelayanan kesehatan. Namun untuk menjalankan SMS ini tidaklah mudah karena banyak pulau yang harus dikunjungi hanya menggunakan perahu, peralatan kedokteran yang minimum, dan juga tantangan dari alam itu sendiri yang berupa cuaca dan ombak di lautan yang benar-benar mengancam keselamatan para relawan SMS ini.

Pengalaman dr. Agus Harianto, SpB.(K) sebagai dokter di daerah timur selama delapan tahun menyadari betapa minimnya pelayanan kesehatan pada masyarakat pesisir dan perbatasan yang kiranya sulit untuk dijangkau dan minim fasilitas dan infrastruktur yang memadai sehingga beliau memiliki gagasan untuk membuat kapal yang dikhususkan untuk pelayanan kesehatan. Beliau pernah membahas gagasannya dengan pemerintah karena menurut beliau pemerintah harus memberikan perhatian lebih kepada masyarakat yang tinggal di pulau-pulau yang dimana akses kesehatan sangat kurang memadai daripada di pulau besar, namun, gagasan beliau ini belum terealisasikan oleh pemerintah.

Niat baik dr. Agus Harianto, SpB.(K) ini akhirnya terealisasi setelah beliau dan kawan-kawan Alumni Universitas Airlangga sepakat untuk membuat ‘Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga’ atau RSTKA pada tahun 2016. Sempat terkendala dengan masalah keuangan untuk proyek RSTKA ini, namun proyek tetap dilanjutkan dan mendapatkan berbagai dukungan dari berbagai pihak seperti Alumni, Universitas Airlangga, dan Yayasan sehingga proyek RSTKA ini tetap berjalan dengan lancar.

RSTKA ini berupa kapal kayu bermodel Phinisi, kapal tradisional suku bugis, konjo, dan mandar dari Sulawesi Selatan, yang memiliki panjang 27 meter dan lebar 7 meter. Kapal ini memiliki ruang operasi, ruang steril, dan berbagai ruang praktik layaknya rumah sakit. RSTKA resmi berlayar pada tanggal 9 September 2017 untuk melaksanakan misi kesehatan perdananya yang hingga sekarang tetap berlayar menuju pulau-pulau yang susah dijangkau melalui jalur darat maupun udara.

RSTKA ini juga merupakan bentuk dari multidisiplin ilmu yang dimana tidak hanya sekedar kegiatan pemeriksaan kesehatan dasar dan penyuluhan kesehatan, RSTKA juga melayani pemeriksaan spesialistik, operasi bedah, operasi melahirkan, vaksinasi, sosialisasi kesehatan, riset, dan berbagai macam kegiatan yang memerlukan berbagai macam bidang keilmuan dan bidang spesialistik agar program RSTKA tetap berjalan dengan lancar.

Kisah RSTKA ini sangat menginspirasi untuk kita semua akan kesadaran kita terhadap masyarakat kepulauan yang membutuhkan pelayanan kesehatan yang memadai. Perjuangan dr. Agus Harianto, SpB.(K) dan kawan-kawannya untuk memberikan pelayanan kesehatan masyarakat Indonesia secara merata, terutama di kepulauan dan daerah terpencil, bisa terealisasi dengan RSTKA ini. Banyak penghargaan yang beliau dan timnya terima dari berbagai pihak dengan kegiatan yang dilakukan secara rutin oleh RSTKA namun beliau tetap menekankan bahwa tujuan beliau dengan RSTKA ini murni untuk menolong masyarakat. RSTKA ini juga mendorong mahasiswa Universitas Airlangga dalam berbagai bidang keilmuan untuk ikut serta berkontribusi dalam pengabdian masyarakat terutama masyarakat kepulauan. Semoga RSTKA ini terus melaksanakan tugas mulianya dengan lancar dan menjadi inspirasi untuk masyarakat dan pemerintah untuk ikut berkontribusi terhadap saudara-saudari kita yang hidup di kepulauan yang susah dijangkau.

Oleh: Freean Putra Pandudewanata, Universitas Airlangga Fakultas Ilmu Budaya

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *