Dinamika Komunikasi Politik dalam Membentuk Opini Publik

Oleh: Gracia Zephaniah
Mahasiswi Komunikasi Digital dan Media
Sekolah Vokasi IPB University

JurnalPost.com – Tahun ini menjadi momentum krusial bagi Indonesia yang berdampak pada perubahan signifikan dalam arah kebijakan dan kepemimpinan negara kedepannya. Hal itu terjadi karena adanya kontestasi politik berskala besar terjadi pada tahun ini, dimulai dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat. Kontestasi politik ini seringkali disertai dengan kampanye yang sengit, perdebatan politik yang memanas, dan partisipasi masyarakat yang tinggi dalam setiap prosesnya.

Perkembangan teknologi digital yang masif pada era saat ini turut mengubah bagaimana cara komunikasi politik dilakukan. Dengan adanya internet dan media sosial memungkinkan partai politik, politisi, dan kelompok kepentingan lainnya untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat. Ini artinya, kita bisa berinteraksi langsung dengan mereka tanpa harus melalui perantara seperti sebelumnya. Lebih dari itu, teknologi juga turut mengubah cara publik mendapatkan informasi terbaru seputar politik. Dulu, kita hanya bisa mengandalkan surat kabar harian atau siaran televisi, namun sekarang informasi tersebut bisa kita akses dengan cepat dan mudah melalui gadget yang terhubung dengan internet. Teknologi yang semakin berkembang ini tentunya membawa perubahan dalam melakukan komunikasi menjadi komunikasi dua arah, di mana publik bisa memberikan pendapat atau komentar apapun sesuka mereka, serta bergabung dengan grup atau komunitas yang memiliki minat politik yang sama. Ini berarti kita tidak hanya menjadi penonton pasif, tapi juga bisa berpartisipasi aktif dalam mendiskusikan masalah politik sehingga meningkatnya partisipasi politik di kalangan masyarakat.

Kehadiran new media, khususnya media sosial sangatlah membantu individu dan partai politik dalam melakukan kampanye. Beragam medium kampanye coba digunakan untuk meningkatkan citra masing-masing calon kepala pemerintahan, yang diharapkan dapat meraih suara cukup besar saat pemilihan nantinya. Program kerja, pendapat mengenai isu-isu terkini, menanggapi mention dari masyarakat, adalah hal-hal yang umumnya dibagikan dalam akun media sosial para tokoh politik tersebut.

Penggunaan media sosial sebagai alat kampanye memiliki dampak positif, yaitu kemampuan untuk menjangkau pemilih secara langsung sehingga dapat memberikan kesempatan yang sama di antara partai politik maupun kandidat untuk berkampanye di media sosial. Selain itu, keberadaan media sosial saat ini juga memungkinkan tim sukses pasangan calon untuk berkolaborasi dengan influencer atau selebgram dalam memperluas jangkauan kampanye mereka.

Bijak Memilih adalah salah satu contoh website independen yang memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat. Situs ini menyediakan beragam informasi dan fakta yang relevan, termasuk isu-isu terkini, profil partai politik (dari latar belakang hingga rekam jejak di pemilu sebelumnya), serta profil kandidat yang berkompetisi dalam Pemilu 2024 beserta program-program yang mereka usung. Keberadaan Bijak Memilih menunjukkan bagaimana perkembangan teknologi berperan dalam inovasi di bidang politik. Website ini memiliki ciri khas netral dan interaktif sehingga membuat banyak masyarakat, terutama kaum Gen Z yang baru pertama kali mengikuti pemilu, merasa terbantu dengan riset dan data yang tersedia dalam situs tersebut. Dapat disimpulkan bahwa teknologi tidak hanya menghubungkan masyarakat dengan informasi yang relevan, tetapi juga membantu meningkatkan pemahaman dan partisipasi mereka dalam proses politik.

Terpantau insights dari adanya website ini sangat membantu masyarakat dari segala latar belakang, bukan hanya golongan tertentu saja. Hal ini terlihat dari banyaknya followers dan ramainya review masyarakat yang beredar di media sosial. Sekitar 7 Juta masyarakat pernah membuka situs web ini dari berbagai daerah, mulai dari Sabang sampai Merauke.

Media sosial jelas menawarkan peluang positif bagi penggunanya. Tetapi di sisi lain, media sosial juga dapat membuat mereka menjadi bahan tertawaan atau bahkan caci maki dari publik. Banyaknya meme dan konten lucu yang beredar di dunia maya dapat dengan mudah mengubah suatu momen menjadi bahan tertawaan atau bahkan caci maki dari publik. Potongan video atau tulisan yang diinterpretasikan secara berbeda oleh pengguna media sosial juga dapat dengan cepat menjadi sumber kontroversi dan kecaman. Tantangan ini menunjukkan betapa pentingnya menggunakan media sosial dengan bijak dan berpikiran terbuka. Semua orang harus menyadari bahwa apapun yang mereka bagikan di platform tersebut dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap persepsi orang lain terhadap mereka. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan dengan cermat sebelum memposting atau berbagi konten, serta memahami bahwa respons yang diberikan terhadap suatu konten tidak selalu sama.

Tantangan berkomunikasi dalam era kampanye juga dirasa cukup menakutkan dengan munculnya buzzer. Perkembangan teknologi dan informasi yang masif pada masa ini seringkali membuat orang merasa kebingungan dalam memilah informasi yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka, sulit untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Hal ini menjadi pemantik munculnya berita palsu atau hoaks yang menyebar luas di berbagai platform media sosial dan digital. Hadirnya buzzer yang kerap kali menggunakan media sosial untuk menyebarkan pesan atau narasi tertentu demi kepentingan politik tertentu, semakin menambah kompleksitas dalam proses komunikasi politik. Buzzer dapat dengan cepat memengaruhi opini publik dan menciptakan narasi yang mendukung atau merugikan suatu kandidat atau partai politik.

Kini Pemilu sudah usai, terima kasih kepada seluruh masyarakat yang sudah berpartisipasi. Pemenang pun sudah kita ketahui, semoga masyarakat bisa menerima hasilnya dengan hati yang terbuka. Karena pemilu bukan hanya saat kita memilih calon presiden saja, tetapi juga mengenai periode setelahnya. Jadilah masyarakat yang cerdas dan kritis dengan data serta fakta yang ada. Jeli dalam melakukan diskusi dan memberikan opini. Selalu melakukan cek kembali merupakan kunci agar tidak mudah terprovokasi. Luangkan waktu untuk sedikit berpikir sendiri sebelum ketikan jari mungil ini tak sengaja menyakiti. Toleransi kita junjung tinggi apapun latar belakang pilihan setiap pribadi. Bijaklah dalam pemakaian teknologi!

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *