Dua Seteru Dipelangan Abadi Perseteruan Hamas Dan Israel Memanas

Asap hitam membubung di Kota Gaza, Sabtu (7/10/2023) saat Israel melakukan serangan udara ke kota itu. /AFP/MAHMUD HAMS

JurnalPost.com – Hamas membuat satu dunia terkejut lewat serangan di daerah Israel selatan. Ribuan korban berjatuhan di Israel dan Palestina. Dunia kembali diingatkan, ada isu Palestina yang belum terselesaikan.

Kemampuan serangan Hamas, salah satu dari kelompok perlawanan Palestina yang mengendalikan Jalur Gaza, menyeludup dan bebas mendobrak daerah wilayah selatan Israel, Sabtu (7/10/2023), menjadi sebuah pertanyaan. Bagaimana mungkin bisa negara dengan kekuatan militer dan intelijen terkuat di Timur Tengah terlihat begitu mudah dibobol oleh anggota Hamas yang bisa dikatakan lemah.

Keterapan dan misteri mengge layuti penalaran dalam upaya mencerna yang sebenarnya terjadi di Israel, kedukaan dan keprihatinan tertuju atas jatuhnya begitu banyak korban jiwa yang berjatuhan, terutama warga sipil. Hingga Selasa, (10/10/2023)baru empat hari, sudah hampir 1.600 jiwa menjadi korban.

Sebagaimana setiap konflik bersenjata, warga sipil selalu menjadi sasaran konflik bersenjata ini . Sungguh betul- betul tepat seruan Pemimpin Umat Katolik Paus Fransiskus : “hentikan serangan dan senjata. Perang tak membawa solusi. Perang adalah kekalahan, setiap perang adalah kekalahan.”

Seruan yang serupa disuarakan oleh banyak negara, termasuk Pemerintah Indonesia. Dalam deklarasi yang dilansir Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Pemerintah Indonesia mendorong hendaknya tindakan kekerasan dihentikan untuk menghindari semakin bertambahnya korban jiwa.

Akan tetapi, bentrokan senjata antara kelompok Hamas dan militer Israel bertambah serius . Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sudah merencanakan perang terhadap Hamas. Hamas dan faksi Palestina lainnya juga memastikan untuk memperkuat serangan ke Israel. Berbagai upaya mediasi untuk mendeeskalasi konflik bersenjata ini masih belum ketemu jalan keluar. Dalam interkoneksi, penting rupanya seruan Amnesty International, memerintahkan militer Israel dan Hamas mengoptimalkan untuk mengamankan warga sipil di tengah perang.

Amnesty juga mengawasi sandera terhadap lebih dari 100 warga sipil Israel, yang diakui Hamas, adalah tindakan yang dikekang dalam hukum internasional. Perseteruan antara Hamas dan Israel sekarang merupakan bagian dari peredaran kekerasan yang berlangsung lama di wilayah pendudukan Palestina. Sebagai konflik kritis, tak ada lagi jalan mudah dan sederhana dalam penyelesaiannya. Untuk itu, harus diselesaikan asal benih konfliknya.

Pemerintah Indonesia menegaskan dan menyebut asal benih konflik adalah pendudukan wilayah Palestina oleh Israel. Penyelesaiannya harus melaksanakan sesuai standar yang telah disepakati oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Andai berbagai resolusi Dewan Keamanan PBB terkait konflik Palestina-Israel bisa terlaksanakan , siklus kekerasan ini sudah lama bisa dihentikan.

Peperangan Hamas dengan Israel saat ini memantik kembali dunia tentang perpecahan konflik lama yang belum selesai. Perihatin dan beratnya imbas le perang seharusnya mendorong berbagai pihak untuk segera menyelesaikan konflik itu. Jangan sampai masalah Palestina dengan Israel ini menjadi konflik yang abadi, dengan kekerasan demi kekerasan yang terus bertubi-tubi.

Penulis : Phitanda Yayang Sari
Mahasiswi S1 Program Studi Ilmu Hukum
Universitas Pamulang

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *