Globalisasi dalam Abad ke-21 | Jurnalpost

Oleh Muhammad Thaufan Arifuddin (Dosen Ilmu Komunikasi Fisip Universitas Andalas)

JurnalPost.com – Globalisasi telah menjadi fenomena yang sangat menonjol dalam dinamika dunia modern. Dengan cepatnya perkembangan teknologi dan komunikasi, serta peningkatan dalam perdagangan internasional, globalisasi telah membawa dampak yang signifikan pada tatanan geopolitik, ekonomi, dan budaya. Namun, dalam mengkaji globalisasi dalam konteks abad ke-21, kita perlu memahami bahwa paradigma globalisasi telah mengalami perubahan yang signifikan dibandingkan dengan abad sebelumnya.

Dalam pemahaman tradisional, globalisasi sering kali diidentifikasi dengan gagasan perdagangan bebas, integrasi ekonomi, dan pertukaran budaya yang luas. Namun, perubahan yang terjadi dalam abad ke-21 telah menimbulkan pertanyaan baru tentang sifat dan dampak globalisasi (Lucia, 2022).

Salah satu perubahan utama dalam paradigma globalisasi adalah meningkatnya fokus pada kedaulatan negara dan identitas nasional. Sebagai tanggapan terhadap globalisasi yang dipandang sebagai ancaman terhadap kedaulatan dan keberagaman budaya, banyak negara mulai mengutamakan kepentingan nasional mereka. Ini tercermin dalam peningkatan populisme, nasionalisme, dan gerakan anti-globalisasi di berbagai belahan dunia.

Peningkatan interdependensi ekonomi antarnegara telah menimbulkan tantangan baru bagi demokrasi dan kedaulatan. Negara-negara sering kali harus membuat pilihan sulit antara menjaga kedaulatan mereka dan berpartisipasi dalam sistem ekonomi global yang semakin terintegrasi. Ini menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana keputusan ekonomi harus diserahkan kepada lembaga-lembaga internasional dan sejauh mana negara-negara harus mempertahankan kendali atas kebijakan ekonomi mereka sendiri.

Dalam konteks ini, penting untuk mencari keseimbangan antara kebijakan lokal dan global. Sementara integrasi ekonomi global dapat memberikan manfaat dalam bentuk pertumbuhan ekonomi dan akses ke pasar internasional, penting juga untuk mengakui bahwa setiap negara memiliki kebutuhan dan kepentingan unik yang harus diakomodasi (Lucia, 2022).

Alhasil, dalam menghadapi kompleksitas globalisasi dalam abad ke-21, tantangannya adalah untuk mengembangkan kerangka kerja yang memungkinkan negara-negara untuk menjaga kedaulatan mereka sambil tetap terlibat dalam ekonomi global yang semakin terintegrasi. Ini membutuhkan dialog yang terbuka dan kolaborasi antara negara-negara untuk mengatasi tantangan bersama sambil mempertahankan identitas dan kepentingan nasional mereka. Dengan demikian, globalisasi dalam abad ke-21 adalah tentang menemukan keseimbangan antara kepentingan lokal dan global untuk menciptakan dunia yang lebih adil, stabil, dan berkelanjutan.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *