Inisiasi Solok Belibis Ekraf dan Industrial Gathering (Sobiskraft) STP LPPM Unand Berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata Kota Solok

Ilustrasi Pembukaan  Solok Belibis Ekraf dan Industrial Gathering (Sobiskraft). Sumber: Dokumentasi Pribadi

Oleh Roma Kyo Kae Saniro
Dosen Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas

 
JurnalPost.com – Dalam menginisiasi program Inkubasi Bisnis Tiga Subsektor Ekonomi Kreatif, 
Science Techno Park (STP) Unand telah menjalin kerja sama erat dengan Dinas Pariwisata Kota Solok. Pemilihan Kota Solok karena Kota Solok telah memenuhi persyaratan yang diperlukan dan bergerak ke tahap berikutnya dengan mengintensifkan penyelenggaraan acara serta membangkitkan seni tradisional dan kerajinan kota, seperti Bareh Solok, Katidiang hitam, bunga krisan, dan produk kuliner seperti Pinyaram Pisang sebagai inovasi yang mewakili Kota Solok. Program ini bertujuan utama untuk mempercepat proses komersialisasi hasil inovatif yang dikelola oleh penyewa, sambil memperkuat kolaborasi dan hubungan antara sektor industri dan pelaku ekonomi kreatif.
 
Acara tersebut akan berlangsung pada Selasa, 7 November 2023, dimulai pukul 08.00 WIB hingga acara selesai, dengan lokasi di Pulau Belibis, Kota Solok. Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan gerbang dan pendaftaran peserta antara pukul 08.00 hingga 08.30, diikuti oleh sambutan pembukaan pada pukul 08.30 hingga 08.45, dan laporan dari Science Techno Park (STP) Unand dari pukul 08.45 hingga 09.00. Kepala Dinas Pariwisata Kota Solok akan memberikan sepatah kata pada pukul 09.00 hingga 09.10.
 
Setelah itu, akan ada pertunjukan produk dari setiap subsektor ekonomi kreatif dari pukul 09.10 hingga 10.00. Acara akan berlanjut dengan arahan dan peluncuran Sobiskraf oleh Walikota Solok, yang dijadwalkan berlangsung dari pukul 10.00 hingga 10.30. Pameran produk dari subsektor ekonomi kreatif akan menjadi sorotan utama antara pukul 10.30 hingga 11.30, dan acara akan ditutup dari pukul 11.30 hingga 12.00. Ini adalah rangkaian acara yang informatif dan menarik yang bertujuan untuk mempromosikan ekonomi kreatif dan bisnis inkubasi di wilayah Solok.
 
Tentunya, kegiatan ini sangat mendukung berbagai hasil kesenian dan makanan khas yang dimiliki oleh Kota Solok. Eka Chandra, Kepala STP Unand, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif Kota Solok dalam mengembangkan UMKM melalui program inkubasi bisnis. Ia mencatat bahwa Solok merupakan satu-satunya Pemerintah Daerah yang mengambil langkah sejauh ini dalam upaya pembinaan UMKM. Ia menyoroti pentingnya langkah inovatif ini sebagai langkah maju dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif di wilayah tersebut.
 
Lebih lanjut, Kepala Dinas Pariwisata Kota Solok, Milda Murniati, menjelaskan bahwa program inkubasi bisnis yang digelar awalnya direncanakan berlangsung selama tiga tahun. Namun, program ini menghadapi kendala anggaran pada tahun 2024. Pihaknya berharap agar kerjasama dengan STP Unand dapat dilanjutkan hingga tahun ketiga, sehingga tujuan pembinaan UMKM dan pengembangan sektor ekonomi kreatif dapat terus berlanjut.

Tidak hanya Eka Chandra dan Milda Murniati, Bujang Putra, Staf Ahli Wali Kota Solok, juga mengungkapkan bahwa kegiatan inkubasi ini merupakan bagian integral dari upaya pembinaan yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing para pelaku ekonomi kreatif. Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada STP Unand atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada Kota Solok sejak tahun 2021. Ia juga membanggakan kesuksesan dalam menciptakan produk turunan seperti kopi dan minyak atsiri.
 
Seluruh acara juga dihadiri oleh berbagai tokoh penting, pejabat pemerintahan, dan pemangku kepentingan lainnya, termasuk Anggota DPRD Kota Solok, Yoserizal, Ketua LKAAM, KAN, Kadin Kota Solok, Kepala OPD terkait, serta undangan lainnya. Kehadiran mereka dalam acara ini mencerminkan komitmen dan dukungan kuat terhadap pembinaan dan pengembangan ekonomi kreatif di Kota Solok.

Apresiasi dan dukungan yang diberikan oleh berbagai pihak, seperti Kepala STP Unand, Eka Chandra, Kepala Dinas Pariwisata Kota Solok, Milda Murniati, dan Staf Ahli Wali Kota Solok, Bujang Putra, terhadap program inkubasi bisnis di Kota Solok sangat relevan dengan perkembangan ekonomi daerah. Program ini merupakan langkah konkret dalam memajukan sektor ekonomi kreatif yang memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
 
Dalam konteks ekonomi, program inkubasi ini memberikan peluang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk mengembangkan bisnis mereka dan meningkatkan daya saing. Dengan mempercepat komersialisasi produk inovatif, program ini dapat membantu menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat di Kota Solok. Selain itu, inisiatif ini juga mempromosikan produk lokal dan karya seni tradisional, seperti Bareh Solok, Katidiang hitam, bunga krisan, dan Pinyaram Pisang, yang memiliki potensi pasar yang luas. Dengan cara ini, program inkubasi bisnis berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi wilayah dan meningkatkan diversifikasi ekonomi, yang sangat penting dalam mengurangi risiko terkait dengan ketergantungan pada satu sektor ekonomi.
 
Dengan berbagai pihak yang terlibat dalam program inkubasi ini, termasuk anggota DPRD Kota Solok, Ketua LKAAM, KAN, Kadin Kota Solok, dan Kepala OPD terkait, kerja sama antara sektor pemerintah, akademik, dan pelaku industri menjadi semakin kuat. Hal ini menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif dan inovasi di Kota Solok. Melalui upaya ini, diharapkan bahwa sektor ekonomi kreatif dapat menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi di wilayah ini, menciptakan peluang ekonomi yang beragam dan berkelanjutan bagi masyarakat setempat, serta mengurangi ketergantungan pada sektor ekonomi tunggal.


Program inkubasi bisnis, seperti yang dinyatakan dalam teks, bertujuan untuk menciptakan peluang ekonomi yang lebih beragam dan berkelanjutan bagi penduduk Kota Solok. Dengan mempercepat komersialisasi produk-produk inovatif para pelaku ekonomi kreatif, program ini diharapkan akan membantu meningkatkan pendapatan dan menciptakan lapangan kerja baru, yang akan memberikan manfaat positif kepada masyarakat.
 
Melalui kerja sama antara instansi pemerintah, lembaga pendidikan tinggi, dan sektor bisnis, diharapkan tercipta sinergi yang kuat dan berkesinambungan dalam memajukan sektor ekonomi kreatif. Selain itu, program ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan ekonomi pada satu sektor tunggal, sehingga masyarakat Kota Solok dapat lebih efektif menghadapi fluktuasi ekonomi dan risiko yang terkait.

Keseluruhan, tujuan utamanya adalah bahwa program ini akan berdampak positif pada ekonomi dan kesejahteraan penduduk Kota Solok, sambil mempromosikan kekayaan budaya lokal dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *