Jejak Inspiratif Seorang Perempuan yang Mengukir Kisah Sukses melalui Aplikasi Penerjemah Tangisan Bayi

Oleh: Anisa Alifah Jahro – (Mahasiswa Prodi Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB University)

JurnalPost.com – Medha Dewi Renanti, lahir pada 12 Mei 1983, di Banyuwangi, Jawa Timur, merupakan seorang wanita luar biasa yang telah memiliki jejak prestasi yang banyak untuk menginspirasi banyak orang melalui karyanya di dunia AI dan IT. Berprofesi sebagai Dosen di Sekolah Vokasi IPB dan saat ini menjadi ketua program studi pada program studi Teknologi Rekayasa Perangat Lunak.

Sejak kecil, Ibu Medhanita sudah memiliki ketertarikan kepada dunia pendidikan salah satunya untuk mengajar. Kecintaannya untuk bertemu dengan banyak orang dan berbagi pengetahuan menjadi dasar bagi perjalanan karirnya. Saat ini, kegiatan Ibu Medhanita masih masuk kedalam pengajaran, menjadi motivator, maupun pembicara di bidang AI, IT, dan bisnis. Dedikasi yang diberikan untuk berbagi pengetahuan telah menjadi motivasi banyak orang untuk terus mendapatkan potensi yang akan di dapatkan.

Lahir dalam perekonomian keluarga yang berkecukupan membuat Ibu Medha tetap memiliki daya juang yang sangat tinggi. Dengan melakukan banyak pencapaian yang baru untuk mendapatkan banyak penghargaan dan karyanya. Prestasi ketika menjadi seorang dosen semakin mengukir namanya di dunia akademis. Ibu Medhanita berhasil meraih gelar Dosen Berprestasi kategori the most inspiring inovator pada tingkat IPB pada tahun 2019, menggambarkan dedikasinya pada dunia pendidikan sangat tinggi. Penghargaan lain yang diraihnya pada tahun yang sama datang dari Jawa Barat, di mana ia meraih juara 1 dalam Anugerah Inovasi Jawa Barat, sebuah penghargaan yang diberikan secara langsing oleh Gubernur Jawa Barat yaitu Bapak Ridwan Kamil. Prestasi pada tingkat nasional pun diraihnya pada tahun 2022, dengan meraih juara 1 dalam kategori IT Kes Diamond.

Keberhasilannya terus tercermin dari pencapaiannya dalam Bisnis Innovation Center (BIC) nasional pada tahun 2024, di mana ia berhasil lulus dari ratusan orang yang melamar pada lembaga ini dan hanya sedikit yang diterima. Sejak bulan Juli ketika menjadi Ibu Medha menjadi Ketua Program Studi Teknologi Rekayas Perangkat Lunak telah meraih akreditasi baik dengan mendapatkan standar 7, di mana menandakan kualitas baik sekali dalam penyelenggaraan pendidikan.

Penghargaan yang sangat dibanggakan dalam hidup Ibu Medhanita yaitu karyanya dalam membuat aplikasi penerjemah tangisan bayi berhasil digunakan oleh masyarakat di 176 negara,
dengan mencapai jumlah pengguna 348.000 yang mengunduh aplikasi yang telah ia buat. hal ini mampu menunjukkan dampak positif yang terjadi pada hidupnya.
Keberhasilan Ibu Medhanita tidak terbatas pada dunia akademis. Pada tahun 2018, ia berhasil meluncurkan aplikasi penerjemah tangisan bayi yang mampu membantu orang tua terutama pada ibu muda dalam mengurus bayinya. Aplikasi ini dirancang untuk mendeteksi dan mengidentifikasi tangisan bayi sejak usia 0-3 bulan dengan akurasi yang sangat tinggi, yaitu mencapai 94%, bahkan dalam konsisi noice sekalipun.

Sejak tahun 2011 ide ini muncul dan diciptakan oleh Ibu Medhanita ketika ia hamil anak pertamanya. Berawal dari ia mengikuti sebuah seminar dengan tiga narasumber yang berkompeten dibidangnya, salah satunya seorang pakar baby language atau bahasa bayi, memicu Ibu Medhanita untuk memikirkan kemungkinan anak bayi memiliki komunikasi dengan manusia dewasa. Inspirasi ini mendorongnya untuk dijadikan ide tesisnya saat menjalani studi S2 nya. Dan di dorong dengan dukungan keluarganya ia terus mengembangkan aplikasi tersebut. Ia tidak pernah mengira bahwa idenya itu akan dikenal banyak orang.

Dalam proses pengembangan aplikasinya tidaklah mudah. Meskipun pada versi desktop sudah ada sejak tahun 2013, aplikasi ini baru diluncurkan di Android pada November 2018. Suami Ibu Medhanita menjadi salah satu motivator utama yang mendorong ia untuk terus mengembangkan ide ini. Dalam tiga bulan pertama setelah peluncurannya, aplikasinya telah di unduh oleh 106 negara, karena menunjukkan bahwa ide pembuatan aplikasi ini unik dan mendapatkan perhatian hingga ke berbagai negara.

Aplikasi penerjemah tangisan bayi yang diciptakan oleh Ibu Medhanita sangat memberikan solusi praktis kepada para orang tua terutama ibu muda dalam mencegah baby blues. Ia menciptakan aplikasi ini telah mencakup pada lima kategori utama dalam bahasa bayi di dalamnya, yaitu lapar, mengantuk, sendawa, sakit perut, dan perasaan tidak nyaman. Aplikasi ini tidak hanya memberikan informasi dalam bentuk tulisan, tetapi juga terdapat rekaman suara, selama 5-20 detik akan secara otomatis memunculkan apa yang bayi inginkan.

Saat ini, Ibu Medhanita tengah mengejar pendidikannya untuk mendapatkan gelar doktor (S3) dan ia akan terus berinovasi dalam mengembangkan aplikasi yang ia buat dengan metode lebih dalam, seperti deep learning yang mirip dengan teknologi ChatGPT, untuk mengatasi gangguan suara yang ada atau noise. Untuk membuktikan aplikasinya kepada noise ketika bayi dibawa ke lingkungan yang ramai, dengan akurasi yang tidak jauh beda dengan kondisi tanpa noise. Inovasi baru pada aplikasinya pasti akan terus dikembangkan, dengan rancangan digabungnya dengan face detection bayi atau pendeteksi mimik wajah bayi. Dan untuk inovasi berikutnya terpikirkan pada disease karena penyakit bisa dilihat pada suara bayi. Deteksi awal agar tidak sampai sudah kena penyakit.

Selain prestasi akademis dan inovasi yang telah ia raih, kehidupan Medhanita juga penuh dengan tantangan dan keyakinan pada takdir yang ditentukan oleh Tuhan. Tantangan hidup, baginya, adalah bagian yang tidak pernah terpisahkan dari perjalanan hidupnya. Meskipun mendengar banyak hal negatif, Ibu Medhanita selalu bersikap tuli terhadap omongan negatif dari orang.

Setiap kehidupan pasti memiliki banyak tantangan. Cara mengatasi tantangan yang dilakukan oleh seorang Ibu Medhanita adalah tetap yakin kepada skenario yang telah Tuhan berikan kepadanya, meskipun ujiannya terkadang terasa berat, ia yakin bahwa ini adalah skenario yang telah dipilih oleh Tuhan, dan ia harus mencari solusi untuk dapat melewati tantangan tersebut. Jika memiliki kesalahan masa lalu yaitu kegagalan jangan menjadikan itu sebagai penghambat tetapi jadikan kegagalan tersebut sebagai langkah awal dalam mengetahui kelemahan atau kekurangan kita harus perbaiki.

Bagi Ibu Medhanita, mahasiswa harus memiliki daya juang yang tinggi dan harus di pertahankan jangan memiliki sikap gengsi, terus membangun networking yang luas untuk membangun skill yang baru. Selain itu, kunci untuk meraih kesuksesan yaitu dengan melakukan pemikiran secara positif jangan mudah baper ketika mendapatkan omongan negatif dari orang lain, tetap yakin kepada diri sendiri bahwa kita memiliki manfaat yang banyak dalam kehidupan kita, karena sebaik-baiknya orang adalah yang bermanfaat bagi banyak orang. Dan pintar-pintar dalam membagi waktu saat ingin melakukan aktivitas sehari-hari.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *