Keunggulan Sistem Bisnis Berbasis Syariah di Indonesia

Oleh: Khairunnisa Nabilah
Mahasiswa Prodi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Email: Khairunnisa2605nabila@gmail.com

JurnalPost.com – Bisnis syariah merupakan bisnis yang menjalankan prinsip-prinsip syariah Islam. Yang melarang adanya riba (bunga), maysir (perjudian), gharar (ketidakpastian), dan haram (hal yang diharamkan dalam islam). Bisnis syariah mendorong adanya keadilan, transparansi, tanggung jawab sosial, dan keberlanjutan dalam operasional. Bisnis syariah juga telah berkembang sangat pesat di berbagai negara dengan mayoritas penduduk muslim, seperti di negara Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama islam.

Jumlah penduduk di Indonesia 87,2% mayoritas dari masyarakat muslim. Dengan banyaknya jumlah masyarakat muslim tersebut, Indonesia berpotensi sangat besar untuk mengembangkan sektor keuangan dan bisnis berbasis syariah dan memberikan kontribusi pencapaian target keuangan inklusif pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Sistem bisnis berbasis syariah di Indonesia memiliki beberapa keunggulan yang dapat menjadi daya tarik bagi para pelaku bisnis dan konsumen. Adapun keunggulan sistem bisnis berbasis syariah di Indonesia antara lain sistem bisnis berbasis syariah berdasarkan kegiatan ekonomi pada prinsip keadilan dan kesetaraan. Hal ini menjadi prinsip pembagian kerugian ataupun keuntungan secara adil dalam bertransaksi, bisnis syariah juga mendorong transparansi dalam pelaksanaan transaksi. Hal ini menyampaikan tentang informasi yang jelas dan terbuka dalam penawaran, harga serta keuntungan. Sistem bisnis berbasis syariah melarang adanya riba, yaitu mendapatkan keuntungan dari meminjamkan uang dengan memberikan bunga yang lebih besar nominalnya dari peminjamannya. Sistem bisnis berbasis syariah mendorong pelaku bisnis untuk bertanggung jawab terhadap masyarakat. Hal ini mencangkup sikap peduli terhadap kesejahteraan umum, dan keberlanjutan lingkungan masyarakat.

Sistem bisnis berbasis syariah juga mengembangkan produk dan jasa sesuai dengan prinsip agama dan nilai moral yang diakui. Sistem bisnis berbasis syariah juga menganut prinsip pengelolaan risiko yang adil dan berkeadilan. Hal ini mencangkup pembagian risiko secara proporsional antara pihak yang terlibat dalam bertransaksi. Sistem bisnis berbasis syariah mendorong keberlanjutan ekonomi dengan mempromosikan investasi jangka panjang dan pengembangan sektor riil. Hal ini bertujuan untuk menghindari kerugian ekonomi yang mengarah pada ketidakadilan. Keunggulan ini agar sistem bisnis syariah di Indonesia menjadi pilihan bagi pelaku bisnis dan konsumen yang berkeinginan menggunakan nilai-nilai syariah dalam aktivitas ekonomi di kehidupan sehari-hari. Meskipun sistem bisnis syariah memiliki kelebihan ini, keputusan untuk memilih sistem ini tetap menjadi hak individu atau masyarakat. Penting untuk mempertimbangkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang sesuai dengan keyakinan dan kebutuhan masing-masing.

Sebelum memulai bisnis syariah penting untuk mempelajari prinsip-prinsip bisnis berbasis syariah dapat diterapkan dalam bisnis. Pilihlah jenis bisnis yang sesuai, ada banyak jenis bisnis yang dapat dijalankan dengan prinsip-prinsip bisnis syariah, seperti perdagangan, jasa atau produksi, pilih jenis bisnis yang sesuai dengan minat, keahlian, dan pengalaman. Cari sumber pendanaan yang halal, dalam bisnis syariah penting untuk menggunakan sumber pendanaan yang halal. Gunakan kontak syariah, dalam bisnis syariah digunakan untuk mengatur hubungan antara pihak-pihak yang terlibat dalam bisnis. Berikan kontribusi sosial untuk membantu masyarakat dan lingkungan sekitar. Gunakan teknologi dan inovasi dapat membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam bisnis syariah dan meningkatkan kualitas daya saing bisnis yang sedang dijalankan. Dengan memilih atau menjalankan bisnis syariah yang efektif, dapat menciptakan bisnis yang berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

Bisnis syariah di Indonesia telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. sistem bisnis berbasis syariah di Indonesia sangat berpotensi untuk terus maju dan berkembang serta bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat di Indonesia. Sektor bisnis syariah di Indonesia meliputi perbankan syariah, asuransi syariah, investasi syariah, dan lembaga keuangan mikro syariah. Eksistensi ekonomi syariah di Indonesia ditandai dengan munculnya lembaga keuangan berbasis syariah, seperti Bank syariah Indonesia (BSI) sektor yang paling berkembang dalam bisnis syariah di Indonesia. Bank-bank syariah menawarkan produk dan layanan yang sesuai dengan prinsip syariah, seperti pembiayaan tanpa bunga (Mudharabah),pembiayaan berbasis aset (murabahah), dan pembiayaan berbasis bagi hasil (Ijarah atau Istishna). Selain itu asuransi syariah juga semakin populer di Indonesia. Dan memiliki prinsip syariah seperti konsep sumbangan (Tabarru) dan bagi hasil (Mudharabah), serta produk asuransi syariah meliputi asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi properti, dan asuransi umum lainnya. Dan terdapat juga investasi syariah yang melibatkan penanaman modal pada instrumen keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah seperti saham syariah, obligasi syariah, dan reksa dana syariah. Serta yang terakhir lembaga keuangan mikro syariah yang memberikan pembiayaan mikro pada usaha kecil dan menengah yang sesuai dengan prinsip syariah.

Peran pemerintah sangat penting dalam memfasilitasi dan mendorong perkembangan bisnis berbasis syariah. Pemerintah dapat menciptakan kebijakan yang mendukung perkembangan bisnis berbasis syariah, hal ini termasuk mengeluarkan undang-undang dan peraturan yang memfasilitasi pendirian dan operasional bisnis syariah, serta memberikan insentif dan perlindungan hukum bagi pelaku bisnis syariah. pemerintah dapat membangun infrastruktur keuangan syariah yang kuat, seperti bank syariah, lembaga keuangan mikro syariah, dan pasar modal syariah. pemerintah dapat mendorong pendidikan dan pelatihan dalam bidang bisnis syariah, seperti menyediakan program pendidikan formal dan non-formal yang berkaitan dengan bisnis syariah, serta memberikan dukungan untuk penelitian dan pengembangan dalam bidang bisnis syariah.

Pemerintah dapat memfasilitasi sertifikat dan standarisasi dalam bisnis syariah. dapat membantu membangun kepercayaan dan keandalan dalam bisnis syariah, serta memudahkan akses ke pasar global yang semakin mengakui produk dan layanan syariah. Pemerintah dapat mendorong kerja sama internasional dalam bidang bisnis syariah, hal ini termasuk menjalin hubungan dengan negara-negara lain yang memiliki pengalaman dan keahlian dalam bisnis syariah. pemerintah juga dapat mengadakan promosi dan pameran bisnis syariah untuk meningkatkan kesadaran dan memperluas jangkauan pasar bagi pelaku bisnis syariah.

Pemerintahan Indonesia juga telah memberikan dorongan dan regulasi yang memadai untuk memperluas bisnis syariah di negara ini. Hal ini termasuk pembentukan Badan pengawasan Keuangan Syariah (BPKS) dan peraturan perbankan syariah di Indonesia. Pada tahun 1999, pemerintah Indonesia mengeluarkan Undang-Undang Nomor 10 tahun 1998 tentang perbankan yang memberikan dasar hukum baki pendirian bank syariah di Indonesia. Selain itu, pada tahun 2008, pemerintah juga mengeluarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang perbankan syariah yang memberikan landasan hukum yang lebih komprehensif untuk mengembangkan sektor perbankan syariah di Indonesia.

Pemerintah Indonesia juga telah mendirikan Otoritas Jasa Keuangan Syariah (OJK) pada tahun 2013. OJK syariah bertugas mengawasi dan mengatur sektor keuangan syariah di Indonesia. Secara keseluruhan, pemerintah Indonesia memiliki komitmen yang kuat untuk mendukung perkembangan bisnis berbasis syariah di negara ini. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mendorong inklusif keuangan, memperkuat sektor ekonomi, dan mempromosikan nilai-nilai syariah dalam pembangunan ekonomi nasional. Dengan peran yang kuat dari pemerintah, bisnis berbasis syariah dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Untuk lebih meningkatkan keunggulan dan pengembangan sistem bisnis berbasis syariah di Indonesia dengan meningkatkan kesadaran dan pendidikan pada masyarakat. Dapat dilakukan melalui program pendidikan formal dan non-formal, seminar, workshop, dan kampanye publik. Memperkuat regulasi yang mendukung pengembangan bisnis syariah, termasuk peraturan yang jelas dan transparan, serta insentif fiskal dan non-fiskal yang mendorong pertumbuhan bisnis syariah. Meningkatkan infrastruktur pendukung bagi pebisnis syariah, pusat keuangan syariah, dan lembaga pendukung lainnya. Lembaga ini akan memfasilitasi aksesibilitas dan pertumbuhan bisnis syariah di Indonesia. Mendorong riset dan aset dalam bisnis syariah di Indonesia, serta menggunakan teknologi digital untuk memperluas jangkauan bisnis syariah. Membangun kerja sama dan jaringan antara pelaku bisnis syariah, lembaga keuangan syariah, pemerintah dan lembaga lainnya, untuk memperkuat ekosistem bisnis syariah dan memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan pengalaman. Dengan mengimplementasikan saran-saran ini, diharapkan sistem bisnis berbasis syariah di Indonesia dapat lebih maju dan berkembang, memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang lebih luas bagi kehidupan masyarakat.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *