Kisah Inspiratif Seorang Duta IPB University

Ditulis Oleh Videlya Kayla
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB

JurnalPost.com – Esterlita Widianingtyas, atau yang akrab dipanggil Ester, adalah seorang mahasiswi yang memiliki kisah inspiratif di balik perjalanan pendidikannya. Dilahirkan di Kota Bogor pada tanggal 28 Desember 2002, beliau telah menempuh beragam fase pendidikan yang membentuknya menjadi sosok yang berpengaruh saat ini. Beliau aktif sebagai mahasiswi di Sekolah Vokasi IPB University, mengambil Program Studi Komunikasi Digital dan Media Angkatan 58. Tidak hanya itu, keaktifannya pun membawa beliau untuk bergabung sebagai Duta IPB University di batch 9, di mana perannya menjadi lebih mencolok dalam menyebarkan semangat dan prestasi universitasnya. Dari Sekolah Dasar hingga kini berada di lingkungan akademik yang lebih tinggi, beliau telah membuktikan ketekunannya dalam meraih mimpinya.

Perjalanan pendidikan beliau tidaklah mudah, namun dengan tekad yang kuat, beliau berhasil melalui setiap rintangan dan tantangan yang ada di hadapannya. Melalui pendidikannya yang meliputi Sekolah Dasar di Mardi Waluya Kota Bogor, Sekolah Menengah Pertama di SMPN 18 Kota Bogor, hingga Sekolah Menengah Atas di SMAN 4 Kota Bogor, beliau terus menunjukkan prestasi yang sangat luar biasa. Kehadirannya sebagai mahasiswi di IPB University, ditambah lagi sebagai seorang Duta, menggambarkan betapa inspiratifnya perjalanan beliau dalam mencapai tujuan pendidikannya serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya. Semangatnya beliau dapat menjadi contoh baik bagi banyak orang, bahwa dengan usaha dan kerja keras, mimpi dapat diwujudkan, tak peduli seberapa besar rintangannya.

Alasan utama beliau memilih IPB University bermula dari keinginannya untuk mengejar studi di bidang komunikasi. Awalnya, ketika masih duduk di bangku SMA, beliau memilih jurusan IPA. Namun, ketertarikannya yang semakin kuat pada bidang komunikasi mendorongnya untuk memilih jurusan tersebut saat memasuki perguruan tinggi. IPB University menjadi pilihan utamanya karena prestasinya yang sangat baik di mata masyarakat, memiliki akreditasi yang terjamin, serta dianggap sebagai salah satu kampus terbaik di Indonesia. Namun, ketika mencoba mendaftar di jurusan yang diinginkannya, yaitu Sains Komunikasi Pengembangan Masyarakat, beliau mengalami kegagalan. Tak berputus asa, beliau kemudian mencoba jalur lain dengan mendaftar di program D3 Komunikasi Sekolah Vokasi IPB yang kemudian berubah menjadi program D4 Komunikasi Digital dan Media. Beliau lolos melewati seleksi masuk jalur USMI atau undangan mandiri untuk berkuliah di Sekolah Vokasi IPB yang menjadi langkah awal dalam mengejar impiannya.

Awal dari perjalanan kariernya, beliau tidak pernah terpikirkan bahwa menjadi seorang Duta IPB akan menjadi bagian dari kehidupannya. Sejak masa SMP, minatnya terhadap seni, terutama bernyanyi, telah membawa beliau untuk terlibat dalam berbagai kompetisi. Di tingkat SMA, beliau bahkan bergabung dalam sebuah band yang turut memperluas pengalaman dan kemampuannya di bidang musik. Namun, sebelum memasuki lingkungan perguruan tinggi, beliau telah mengetahui tentang program Duta IPB. “Siapa tahu nanti aku yang akan menjadi duta dari Sekolah Vokasi,” ujarnya, meski pada awalnya tidak terlalu bermimpi untuk mengambil peran semacam itu.

Setelah memasuki IPB University, minat beliau dalam bidang komunikasi semakin berkembang, tercermin dari partisipasinya dalam berbagai kegiatan dan acara kampus. Dari mengikuti acara D’voice hingga mendapatkan berbagai job di lingkungan kampus, beliau semakin dikenal di kalangan mahasiswa IPB. Meskipun awalnya ragu dan gelisah, beliau akhirnya memutuskan untuk mendaftar, dipicu oleh keinginan untuk menguji diri dan mengetahui seberapa jauh dirinya bisa menjalani tantangan tersebut. “Lebih baik mencoba lalu gagal dan mengetahui apa penyebab dari kegagalan tersebut, daripada tidak mencobanya sama sekali dan menyesal pada akhirnya,” ujarnya, menggambarkan ketegasan dan keyakinan beliau dalam menghadapi tantangan.

Keputusan untuk sebagai Duta IPB akhirnya terbukti menjadi langkah yang tepat, meskipun beliau awalnya tidak yakin akan berhasil. Saat dinyatakan lolos pada tahap seleksi berikutnya, beliau semakin yakin bahwa kesempatan ini harus dimanfaatkan sepenuhnya. Meskipun sadar bahwa pesaingannya sangat kompeten, beliau siap untuk menghadapi tantangan dengan keyakinan dan semangat yang tak tergoyahkan. Pengalaman ini menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk mengikuti impian mereka dan tidak takut menghadapi tantangan yang baru.

Pengalaman dan pembelajaran sebagai seorang Duta IPB secara langsung terkait dengan bidang studinya sebagai Mahasiswi Komunikasi Digital dan Media. Berbagai keterampilan yang dipelajari selama proses pendidikan, seperti pembuatan press release, pengelolaan konten media, editing, dan event organizer, semuanya sangat berguna dan terpakai di lingkungan Duta IPB. Menjadi seorang Duta IPB membawa tantangan tersendiri, khususnya dalam mempromosikan institusi kepada siswa-siswi SMA. Seorang duta harus mampu menyajikan informasi tentang IPB dengan cara yang menarik dan menghibur agar tidak membosankan, sekaligus menjawab pertanyaan dari para siswa dengan bijak tanpa merendahkan institusi.

“Terkadang, pertanyaan-pertanyaan dari siswa-siswi SMA diluar nalar, jadi harus berpikir bagaimana caranya untuk mengimprove dan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut tanpa merendahkan institusi,” ujar beliau, menggambarkan tanggung jawab yang melekat dalam peran tersebut. Sementara itu, hambatan lainnya dalam menjalankan peran sebagai seorang duta IPB adalah keterbatasan waktu. Kantor duta IPB yang berada di Dramaga memiliki jarak tempuh yang cukup jauh, ditambah dengan kemacetan yang sering terjadi di sekitar lokasi tersebut. Namun, beliau telah menemukan solusi dengan berkomunikasi dengan atasan mengenai kendala waktu yang dihadapinya. Dengan jujur, beliau menjelaskan bahwa keterbatasan waktu karena jadwal kuliah praktikum yang padat menjadi alasan mengapa beliau tidak dapat datang ke kantor dengan sesuai pada waktunya.

Menurutnya, menjadi Duta IPB adalah pengalaman yang seru karena tidak hanya sekadar tampil di depan publik, tetapi juga membuka pintu untuk jaringan yang luas dan kesempatan yang beragam. Melalui interaksi dengan berbagai kalangan di dalam dan di luar kampus, seorang Duta IPB memiliki kesempatan untuk memperluas jejaring, membangun hubungan, dan mengembangkan keterampilan yang penting untuk menghadapi tantangan di masa depan. Dengan demikian, menjadi seorang Duta IPB tidak hanya memberikan pengalaman berharga selama masa studi, tetapi juga membawa dampak positif yang dapat dirasakan dalam karier dan kehidupan profesional di kemudian hari.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *