KKN-P 41 UMSIDA Redesain UMKM Jamu Kunyit Asam Ibu Sulikah Di Desa Kesimantengah

Gambar1. Foto Bersama dengan pemilik UMKM jamu

JurnalPost.com – Pada era modern ini potensi pasar pada produk minuman herbal tradisional menunjukkan trend yang terus meningkat. Terlebih selama pandemi, ketika masyarakat semakin sadar untuk menjaga kesehatan dan kebersihan dengan mengkonsumsi dan menggunakan produk herbal. Peluang ini perlu dimanfaatkan oleh para pelaku usaha, terutama Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Berdasarkan Kementrian Koperasi dan UMKM pada 2022, Indonesia memiliki jumlah UMKM sebesar 99,99%. Hal ini membuktikan bahwa UMKM merupakan salah satu sektor perekonomian yang mendominasi pelaku perekonomian di Indonesia. UMKM memiliki peluang yang besar terhadap sumbangan Produk Domestic Bruto (PDB) Nasional.

Oleh karena itu, dukungan terhadap UMKM perlu dimaksimalkan melalui berbagai program kebijakan pemerintah dengan mendorong berbagai terobosan dan kemudahan dalam pelaksanaanya terutama pada UMKM produk minuman jamu. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di bidang jamu ini semakin menarik perhatian. Salah satunya adalah UMKM Jamu Kunyit Asam yang terus berinovasi untuk memberikan manfaat kesehatan kepada Masyarakat khususnya di desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet, abupaten Mojokerto.

Dengan kandungan alami dari kunyit dan asam, jamu ini tidak hanya memberikan cita rasa yang khas, tetapi juga diakui memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Mulai dari meningkatkan sistem kekebalan tubuh hingga membantu mengatasi berbagai masalah pencernaan. Jika tubuh memiliki imun atau daya tahan tubuh yang baik, maka tubuh tidak akan mudah terserang penyakit.

“Jamu kunyit asam ini manfaatnya banyak, mulai dari untuk kekebalan daya tahan tubuh sampai menurunkan kadar kolesterol” Ujar Ibu Sulikah tentang manfaat jamu kunyit asam, Sabtu (27/01/24).

Gambar 2. Foto Produk Jamu Kunyit Asam

Pemilik UMKM ini menjelaskan bahwa mereka terus mengembangkan produknya dengan penelitian yang cermat dan bahan-bahan berkualitas. Hal ini bertujuan untuk memberikan produk jamu yang tidak hanya lezat, tetapi juga aman dan bermanfaat bagi konsumen.

“Saya memilih bahan-bahan yang berkualitas untuk memproduksi jamu kunyit asam ini, agar manfaat yang terkandung didalamnya dapat dirasakan oleh tubuh dengan maksimal” Ujar ibu Sulikah terkait bahan yang digunakan untuk memproduksi jamu, Sabtu (27/01/24).

“Sebelumnya saya juga menjual jamu beras kencur, tetapi ada beberapa konsumen yang mengeluh dikarenakan tubuhnya tidak toleran dengan kandungan dari beras kencur tersebut. Sehingga untuk beras kencur ini saya memberhentikan produksi untuk sementara waktu” Ujar ibu Sulikah, Sabtu (27/01/24).

Dengan semangat berinovasi dan dedikasi terhadap Kesehatan Masyarakat, UMKM jamu kunyit asam menjadi contoh yang menginspirasi dalam menggabungkan tradisi jamu dengan kebutuhan modern. Produk mereka bukan hanya minuman sehat, tetapi juga mencerminkan kearifan lokal yang perlu dijaga dan dilestarikan.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *