Kurangnya Minat Belajar Sastra di Kalangan Mahasiswa

Oleh : Amelia Nurrohmah
Prodi : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Asal Univ : Universitas Tidar, Magelang

JurnalPost.com – Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, selain dikenal dengan seluk-beluk bahasanya, juga dikenal dengan adanya istilah sastra. Sastra sering diasosiasikan sebagai suatu karya seni. Sastra merupakan suatu ungkapan perasaan, ekspresi, pemikiran, pendapat, atau pengalaman manusia yang dituangkan dalam sebuah bentuk karya baik lisan maupun tulisan. Belajar sastra sangat penting bagi kalangan mahasiswa terutama mahasiswa yang mengambil jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI). Hal tersebut karena sastra dapat memberikan beberapa aspek humaniora yang berpengaruh terhadap kepekaan dan ketajaman watak seseorang. Dengan membaca sastra, kepekaan dan ketajaman watak seseorang akan terus terasah. Kepekaan seseorang sangat berhubungan erat dengan perasaan yang tajam. Seseorang mampu membedakan mana yang bernilai dan yang tidak bernilai. Sedangkan ketajaman watak menunjukkan kualitas dirinya dalam berperilaku sehingga seseorang dapat memiliki sikap terampil, kritis, kreatif, dan inovatif serta mampu memecahkan suatu permasalahan.

Saat ini, problematika belajar sastra sering dianggap sebelah mata bagi sekelompok mahasiswa. Tanpa memperhatikan berbagai manfaat dan pentingnya sastra, pemikiran mahasiswa sering kali diasosiasikan pada ketidakbermanfaatan sastra di dunia kerja. Kurangnya minat belajar sastra sebagian besar disebabkan karena banyak tenaga pendidik dan mahasiswa yang menganggap bahwa belajar sastra hanya mampu memberikan manfaat non material (batiniah). Pernyataan tersebut sering dianggap kurang mendesak dan masih dapat ditunda. Banyak tenaga pendidik dan mahasiswa yang lebih memperhatikan mata pelajaran yang berkaitan dengan teknologi, sains, dan kebutuhan fisik yang manfaatnya jauh lebih besar diera teknologi saat ini jika dibandingkan dengan mata pelajaran yang bersifat humaniora (kemanusiaan). Saat ini kondisi pembelajaran masih didorong dengan adanya tenaga pendidik yang memiliki rendahnya pengetahuan apresiasi karya sastra dan berpengaruh terhadap mata pelajaran yang dalam faktanya menarik dan banyak sekali manfaatnya, berubah menjadi hanya sekadar tuntutan kurikulum dan kurang mendapat tempat di hati mahasiswa.

Perlu adanya pemahaman kepada mahasiswa bahwa belajar sastra itu sangat penting bagi kehidupan. Sastra dapat memberikan ketajaman watak, kepekaan yang tinggi, pemahaman perasaan dan penalaran. Hal tersebut merupakan hal penting karena nantinya akan berhubungan dengan pendidikan karakter. Pendidikan karakter akan berhubungan dengan kesuksesan dan keberhasilan seseorang. Selain hal tersebut, memberikan keyakinan juga bahwa diera teknologi seperti saat ini sastra juga masih tetap dibutuhkan dengan didorong oleh peran guru dalam mengenalkan, memberikan pemahaman, dan memotivasi peserta didik untuk mencintai pembelajaran sastra. Bukan hanya dari peran gurunya, akan tetapi juga didasarkan pada guru yang memiliki kualitas yang baik dan memiliki pengetahuan dan apresiasi karya sastra yang tinggi.

Untuk meningkatkan minat belajar sastra dapat juga melalui kegiatan-kegiatan sastra seperti halnya pementasan drama, musikalisasi puisi, monolog, menciptakan dan membaca puisi, dan lain sebagainya. Kegiatan tersebut dapat mengunggah minat mahasiswa untuk menyukai pembelajaran sastra. Mahasiswa akan dapat menunjukkan bakat dan minatnya sesuai dengan bidangnya masing-masing. Walaupun tidak dalam semua bidang, setidaknya mahasiswa sudah mencintai dan memiliki keinginan untuk belajar sastra secara perlahan-lahan. Tak dapat dipungkiri, ternyata membaca sebuah karya sastra juga menjadi kegiatan yang dapat meningkatkan minat mahasiswa untuk belajar sastra. Dengan keindahan dan alur cerita yang menarik dalam karya sastra mampu memberikan persuasi pada diri pembaca untuk belajar sastra. Selain hal tersebut kegiatan menonton film, melihat suatu pertunjukan seperti wayang, drama, ketoprak, maupun pertunjukan lain juga dapat meningkatkan minat mahasiswa untuk belajar sastra. Dengan kegiatan tersebut, mahasiswa merasa sadar bahwa nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sangat banyak dan dapat menjadi bekal dalam berperilaku di kehidupan sehari-harinya.

Melihat pentingnya sastra dan kebermanfaatan belajar sastra dalam dunia pendidikan, sudah seharusnya mahasiswa mulai melek akan hal tersebut. Sastra juga memiliki posisi yang setara dengan berbagai macam mata kuliah dan jurusan yang lain. Sastra juga mampu menyeimbangkan dan menyesuaikan diri dengan adanya pengaruh teknologi yang semakin cepat. Oleh sebab itu, sebagai mahasiswa tidak sepatutnya kita melihat sastra hanya dengan sebelah mata. Sastra juga memiliki peran penting dalam pendidikan. Sastra juga mampu bersaing dengan program studi lain dan mata kuliah lain dengan prospek kerja yang menjanjikan. Bahkan gaji yang didapatkannya juga mampu melebihi gaji kerja yang lain.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *