Maraknya Aksi Perundungan di Indonesia

JurnalPost.com – Aksi perundungan pada anak-anak maupun dewasa telah marak dilakukan, sudah banyak berita-berita dinegara kita bahwa banyak anak SD – SMA yang terkena gangguan mental hanya karna aksi perundungan. Perundungan atau yang biasa kita sebut bullying adalah perbuatan atau sifat yang mengintimidasi atau memojokan bahkan merendahkan sesorang, dimana para korban akan tertekan dengan adanya perilaku tersebut.

Biasanya para pelaku bullying berasal dari kaum yang sosialitasnya tinggi, seperti orang yang berkemampuan lebih, orang yang memiliki hartanya yang cukup, sehingga mereka menindas orang yang kastanya jauh di bawah mereka, bahkan bisa saja anak yang menyandang disabilitas akan terkena kasus bullying ini, karena banyak anak muda yang berpikir bahwa anak yang menyandang disabilitas adalah anak aneh yang tidak sama dengan mereka.

Terdapat banyak macam bullying yang sering terjadi di Indonesia, yaitu bullying secara verbal, dan bullying secara non-verbal. Bullying secara verbal adalah perundungan atau penindasan yang menggunakan lisan atau kata-kata, seperti mengejek fisik korban atau body shaming, mengancam, dan bahkan mencela, dan bullying secara non-verbal adalah perundungan yang bersifat fisik, seperti memukul, menendang, menjambak rambut korban, dan menyerang secara fisik.

Selain dari itu, kasus bullying di Indonesia tidak hanya lewat kata dan perbuatan, tetapi pada jaman yang serba canggih ini, banyak sekali kasus bullying secara online (cyber bullying) atau perundungan lewat media sosial. Yang contohnya pelaku menyebarkan hoax atau berita tidak benar tentang korban yang di mana korban akan mendapat cacian dari orang lain yang bahkan tidak saling mengenal, contoh lain seperti adanya pengguna yang tidak bertanggung jawab akan ketikannya di kolom komentar, chatting, dan lain-lain, yang mengeluarkan kata-kata yang tidak enak bahkan tidak pantas untuk dibaca.

Akhir-akhir ini banyak kejahatan moral di media sosial, dengan menggunakan nama orang lain dan melakukan hal yang sangat tidak bertanggung jawab, para pelaku mengirimkan foto atau gambar yang tidak senonoh, bahkan ada pula yang menggunakan nama orang lain yang meminjam uang kepada orang lain.

Telah terjadi kasus siswi SD kelas 2 buta permanen dikarenakan ditusuk matanya oleh kakak kelasnya pada 7 Agustus lalu, kasus ini terjadi di gresik, Jawa Timur. Kejadian tersebut bermula pada saat korban masih kelas 1 SD, korban sering dimintai uang oleh pelaku sehingga korban sering tidak jajan karena uangnya ia berikan kepada kakak kelasnya tesebut. Sampai pada kelas 2 SD, pada saat itu korban sedang mengikuti lomba 17 Agustus, korban ditarik dan dimintai uang oleh pelaku, dan pada saat itu korban menolak untuk memberi uang jajannya sehingga mata kanan korban ditusuk menggunakan tusuk baso, sepulang sekolah korban mengeluh kepada sang ayah bahwa mata kanannya sakit dan tidak bisa melihat, dan korban dibawa ke rumah sakit terdekat dan korban di diagnosis buta permanen.

Pada beberapa contoh kejadian bullying di atas, bagaimana sih cara mengatasi bullying? Banyak sekali cara yang bisa kita lakukan untuk mengatasi kasus bullying ini, dan bagaimana sih cara mengatasi bullying disekolah? Mungkin yang bisa dilakukan oleh guru-guru disekolah adalah yang pertama menghimbau murid-muridnya untuk tidak melakukan bullying, dan jika terjadi pem-bullyan maka sang anak wajib melapor pada guru ataupun orang tua mereka, selanjutnya berikan apresiasi kepada murid yang telah berani melapor atau menceritakan kejadian bullying tersebut, tunjukan empati kepada anak, ajarkan dan bantu anak untuk melawan, yakinkan anak bahwa setelah ia melapor tidak ada ancaman yang dia dapatkan dari pelaku, dan pastikan bahwa korban tidak mendapat kekerasan berlanjut hanya karna ia melapor.

Dan setelah kita mendengar cerita versi korban, kita juga harus mendengar cerita versi pelaku, jangan memarahi, membentak, dan meneriaki korban depan umum, bawa ia ke tempat yang sepi sehingga ia akan senggan berbicara jika di tanya, kenali faktor kenapa ia berperilaku sedemikian, apa mungkin karna kurang kasih sayang dan perhatian kedua orang tua, pengalaman mem-bully, atau mungkin ada masalah pribadi antara korban dan pelaku sehingga pelaku berani untuk berperilaku sedemikian rupa, kemudian kenalkan konsekuensi kepada pelaku apabila ia berani melakukan hal yang tidak pantas tersebut, meminta korban untuk mengakui semua kesalahan yang ia lakukan, dan mengarahkan pelaku untuk meminta maaf dan bertanggung jawab atas perlakuannya dan pelaku harus diperingati jika suatu saat ia melakukan kesalahan yang sama yaitu membully anak-anak lain maka ia akan mendapatkan hukuman yang setimpal pula, kemudian pihak sekolah harus memanggil kedua orang tua korban dan pelaku untuk memberitahu dan mencari jalan keluar bersama.

Selain cara untuk mengatasi bullying, kita juga perlu tahu bagaimana cara mencegah terjadinya bullying yang sering terjadi di sekitar kita. Solusi yang pertama adalah adanya penghimbauan di sekolah-sekolah seperti mendatangkan orang-orang berpengaruh seperti psikologi yang bisa memberikan motivasi kepada anak untuk tidak melakukan hal yang tidak baik seperti bullying.

Selanjutnya yaitu menjalin pertemanan dengan baik, biasanya orang yang terkena bullying yaitu orang yang tidak mempunyai teman atau tidak mudah bergaul dengan teman sebayanya, para pelaku akan menindas korban yang lemah yang tidak mempunyai teman yang dapat membelanya, jika kita dapat berteman baik dengan siapapun kita dapat meminimalisir terjadinya penindasan terhadap diri kita, karna tidak mungkin seorang yang mempunyai banyak teman akan dirundung dan di olok-olok.

Selanjutnya yaitu bangun rasa percaya diri dalam diri kita masing-masing, kalau kita sudah mempunyai rasa percaya diri yang tinggi, otomatis kita akan mempunyai banyak teman, rasa percaya diri dalam diri kita yang akan melindungi kita dari perilaku tidak baik yang dilakukan oleh teman kita, contohnya dia mengejek kemampuan kita yang bahkan mereka saja tidak mampu melakukannya, maka akan tertanam dalam pikiran kita bahwa apa yang kita lakukan tidak salah dan kita hebat telah mampu melakukannya, bisa dibandingkan dengan mereka yang hanya tahu mengejek tanpa tahu bagaimana cara melakukannya.

Selanjutnya yaitu jadikan bullying sebagai motivasi untuk mengubah diri menjadi lebih baik, jika ada seorang yang mengejek tentang kepintaran kita, maka kita harus tunjukan bahwa apa yang dia katakan tidak benar adanya, kita harus belajar lebih giat agar kita bisa menunjukkan kemampuan kita. Dan masih banyak lagi kegiatan-kegiatan yang dapat lakukan untuk mencegah aksi bullying, intinya kita tidak boleh takut untuk melawan perbuatan yang salah dan melaporkan apabila ada sesuatu yang menurut kita tidak benar.
Pada dasarnya kejahatan akan kalah dengan kebenaran, maka jangan takut untuk berbuat baik selagi perbuatan itu masih di jalan kebenaran.

Oleh: Siti Zahwa Nabila Putri, Malang

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *