Masyarakat di Libya: Europe or ‘Death’

Migran Libya ke Eropa Sumber: https://news.un.org/en/story/2021/05/1092752

JurnalPost.com – Semua manusia di dunia memiliki hak untuk hidup dengan damai dan tentram di negaranya masing-masing. Namun terkadang, terdapat beberapa negara di dunia yang tidak dapat mengakomodasikan hak tersebut kepada masyarakatnya. Salah satu contoh negara tersebut adalah Libya, suatu negara yang berada di bagian utara di kawasan Afrika, yang memiliki kondisi politik yang tidak stabil – meskipun Libya sebenarnya merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam.

Kekayaan tersebut mengakibatkan adanya cukup banyak masyarakat Afrika yang berpindah ke Libya untuk mencari lapangan pekerjaan. Namun, tetap saja, tujuan utama masyarakat yang berada di Libya adalah untuk bermigrasi ke Eropa – di mana taraf kehidupan lebih layak dari pada Libya.

Dengan tujuan utama untuk mencari taraf hidup yang lebih kayak di Eropa, masyarakat Libya (dikenal juga dengan istilah migran) harus melewati beberapa tantangan yang tidak mudah. Hal tersebut demikian karena berkaitan dengan peraturan perbatasan yang ada di kawasan tersebut. Salah satu tantangannya adalah perjalanan yang harus ditempuh untuk mencapai Eropa, terutama negara-negara di Eropa yang lebih dekat dengan Afrika, seperti Malta, Italia, dan Yunani.

Rute yang paling sering ditempuh ialah melewati Laut Tengah dengan menggunakan metode transportasi kapal. Rute dan metode transportasi ini berbahaya karena begitu banyaknya bahaya yang dapat terjadi selama perjalanan. Terlebih lagi, sesampainya para migran di Eropa, terdapat kemungkinan untuk mereka di pulangkan ke Libya oleh otoritas dari negara di Eropa.

Dilemma antara upaya untuk mencapai kehidupan yang lebih baik di Eropa atau untuk menerima keadaan yang tidak stabil di Libya telah berlangsung selama beberapa tahun ke belakang, dan belum kunjung selesai hingga saat ini. Pada satu sisi, migran Libya yang berhasil mencapai Eropa dapat memiliki taraf kehidupan yang lebih baik karena kondisi Eropa yang memang baik secara ekonomi, sosial, dan politik. Namun pada sisi lainnya, terdapat banyak tantangan yang harus dihadapi – bahaya akan rute untuk mencapai Eropa, upaya berupa dana yang harus dikeluarkan oleh para migran untuk bisa bermigrasi ke Eropa, kemungkinan untuk dipulangkan ke Libya, dan lain sebagainya.

Terutama, untuk migran yang dipulangkan ke Libya, terdapat kemungkinan bahwa mereka akan di tahan dan diperlakukan secara tidak baik di lokasi-lokasi penahanan. Human Rights Watch (2019) mengutip ucapan Bamba, seorang migran dari Afrika yang mencapai Italia pada tahun 2016, “Jika seseorang telah berhasil melarikan diri dari neraka, bagaimana bisa kalian mempulangkan kami ke neraka tersebut?”

Melalui kenyataan yang ada mengenai ketidakstabilan Libya dan upaya untuk bermigrasi ke Eropa, penulis berpendapat bahwa diperlukan adanya upaya bersama untuk menanggulangi isu tersebut:

1. Pemerintah
Pemerintah sebagai pembuat kebijakan dapat mengedepankan isu ini dan menjalin kerja sama. Dalam hal ini, pemerintah Libya dan Eropa (atau Uni Eropa) dapat merancang kebijakan untuk arus migrasi dari Libya ke Eropa. Kebijakan digunakan untuk menjadi pedoman akan mengusung proses migrasi yang tidak merugikan para migran.

2. Aktor Internasional
Selain pemerintah, aktor-aktor internasional juga memiliki andil yang dapat membantu isu ini. Aktor internasional yang di maksud dapat berupa organisasi internasional, baik organisasi internasional pemerintah (IGO) maupun organisasi internasional non pemerintah (INGO). Salah satu contoh organisasi internasional yang telah turut membantu adalah Doctors Without Borders yang memberi asistensi kesehatan bagi para migran Libya.

3. Media
Media atau pun media online juga dapat mengambil peran meskipun bantuan yang dimiliki tidak ‘secara langsung’ kepada para migran. Namun, media terutama media online memiliki cakupan yang lebih luas dan dapat menjangkau khalayak yang luas. Maka, media berperan dalam meningkatkan kepedulian dan kesadaran dari masyarakat di seluruh dunia.

Referensi
Human Rights Watch. (2019). No Escape From Hell. Retrieved from https://www.hrw.org/report/2019/01/21/no-escape-hell/eu-policies-contribute-abuse-migrants-libya

Penulis : Noelani Granty Samelia
Prodi : Hubungan Internasional
Kampus : Universitas Padjadjaran

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *