Memperkaya Pengalaman Mengajar dengan Metode Tilawati di Lembaga Pendidikan al-Qur’an Wardatul Ishlah Malang

Santri dan Asatidz Wardatul Ishlah

JurnalPost.com – Lembaga pendidikan al-Qur’an memiliki peran penting dalam membentuk generasi Muslim yang memiliki pemahaman yang baik tentang agama Islam. Salah satu lembaga pendidikan al-Qur’an yang berperan aktif dalam memberikan pendidikan agama kepada masyarakat adalah Lembaga Pendidikan al-Qur’an Wardatul Ishlah di Malang, Jawa Timur. Dalam tulisan ini, saya ingin berbagi pengalaman pribadi saya dalam mengajar di lembaga ini dan bagaimana pengalaman tersebut telah memperkaya kehidupan saya sebagai pendidik.

Sebagai seorang pengajar di Lembaga Pendidikan al-Qur’an Wardatul Ishlah Malang, saya telah memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan berbagai santri dari berbagai latar belakang. Pengalaman ini telah membuka mata saya terhadap keanekaragaman budaya dan pemahaman agama yang dimiliki oleh santri-santri disini. Saya belajar untuk menghargai perbedaan dan membangun lingkungan belajar yang inklusif bagi semua siswa.

Selain itu, mengajar di lembaga ini juga telah memperkaya pemahaman saya tentang al-Qur’an. Setiap hari, saya berinteraksi dengan al-Qur’an dan berusaha untuk mentransmisikan nilai-nilai dan ajaran-ajarannya kepada santri-santri. Pada proses ini, saya juga belajar lebih dalam tentang ayat-ayat al-Qur’an dan makna yang terkandung di dalamnya. Pengalaman ini telah meningkatkan kecintaan saya terhadap al-Qur’an dan memberi saya pemahaman yang lebih mendalam tentang agama Islam.

Mengajar di lembaga ini juga memberikan kesempatan kepada Mahasiswa maupun mahasiswi yang sedang menjalankan kuliah di malang, yang ingin mengabdi, baik pada lembaga maupun mengabdi untuk masyarakat. Lembaga ini banyak berkontribusi dalam pembentukan karakter santri-santri dan juga masyarakat sekitar. Para Asatidz juga berusaha untuk menjadi contoh yang baik bagi santri-santri, mendorong mereka untuk menjadi pribadi yang bertaqwa, jujur, dan peduli terhadap sesama.

Sebagai seorang pengajar di Lembaga Pendidikan al-Qur’an Wardatul Ishlah Malang, saya telah menerapkan metode tilawati dalam proses pengajaran. Salah satu metode yang efektif dalam pembelajaran di lembaga ini adalah Metode Tilawati. Metode ini mengutamakan pembacaan dan penghafalan al-Qur’an sebagai titik fokus utama dalam pembelajaran. Para Asatidz telah melihat betapa efektifnya metode tilawati ini dalam membantu santri-santri dalam menginternalisasi ayat-ayat suci al-Qur’an.

Salah satu manfaat utama dari metode tilawati adalah memungkinkan siswa-siswa untuk terlibat secara langsung dengan teks suci al-Qur’an. Dalam setiap sesi pembelajaran, siswa-siswa kami diberikan kesempatan untuk membaca dan menghafal ayat-ayat al-Qur’an secara berulang-ulang. Proses pengulangan ini membantu memperkuat daya ingat mereka dan meningkatkan kemampuan mereka dalam menghafal al-Qur’an dengan baik.

Selama mengajar dengan metode tilawati, saya juga melihat kemajuan yang signifikan dalam motivasi dan kecintaan siswa-siswa terhadap al-Qur’an. Mereka merasakan kepuasan ketika mampu menghafal dan membaca dengan baik, yang pada gilirannya meningkatkan semangat mereka dalam mempelajari lebih lanjut. Melihat santri-santri kami semakin terlibat dan antusias dalam proses belajar mengajar adalah sesuatu yang luar biasa dan memotivasi.

Menerapkan Metode Tilawati dalam pengajaran di Lembaga Pendidikan al-Qur’an Wardatul Ishlah Malang telah membawa pengalaman mengajar saya ke tingkat yang baru. Metode ini efektif dalam membantu siswa-siswa dalam memahami dan menghafal al-Qur’an secara lebih baik. Selain itu, kesempatan untuk berkontribusi dalam pembentukan karakter siswa-siswa telah memberi saya rasa kepuasan yang mendalam. Semoga lembaga pendidikan al-Qur’an terus berkembang dan memberikan manfaat yang besar bagi santri-santri dan masyarakat di sekitarnya.

Oleh: Yuviandze Bafri Zulliandi

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *