Mengenal Akar dari Kenakalan Remaja

JurnalPost.com – Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa. Menurut World Health Organization (WHO), remaja merupakan masyarakat yang berada di rentang usia 10 sampai 19 tahun. Masa remaja dapat dikatakan sebagai masa pencarian jati diri karena pada masa ini terjadi perubahan fisik serta psikologis sehingga remaja sering dikenal sebagai usia yang rentan akan masalah. Remaja juga sering dideskripsikan sebagai orang yang sulit dikendalikan hal tersebut karena para remaja merasa berhak atas dirinya tanpa ada campur tangan dari keluarga ataupun masyarakat di sekitarnya.

Dengan perasaan tersebut, remaja seringkali meninggikan egonya sehingga rentan terbawa arus pergaulan apabila dia bergaul dengan lingkungan yang negatif, dan memungkinkan terjadinya kenakalan remaja seperti seks bebas , minum minuman keras hingga pada tindak kriminal. Hal inilah yang mendorong munculnya kenakalan pada remaja. Kenakalan remaja pada umumnya adalah perbuatan yang melanggar hukum ,norma atau aturan dalam masyarakat yang dilakukan para usia remaja.Kenakalan remaja dapat merugikan diri sendiri, orang lain, bahkan masyarakat secara umum. Oleh karena itu ada beberapa faktor-faktor penyebab kenakalan remaja yang perlu diperhatikan.

Faktor yang pertama adalah keluarga. Keluarga yang kurang harmonis dan seringkali memiliki permasalahan yang tidak terselesaikan dapat mempengaruhi perilaku remaja, juga kurangnya perhatian dan rasa kasih sayang yang dapat menjadikan timbulnya kenakalan remaja. Kedua, Lingkungan sekolah yang tidak kondusif dan kesalahan dalam bergaul menjadi pemicu kenakalan remaja. Ketiga, penggunaan sosial media yang tidak terkontrol para remaja jadi tidak memiliki batasan. Pada usia remaja seringkali tidak bisa memfilter atau menyaring hal hal yang mengandung unsur ujaran kebencian, kekerasan, pornografi dan sebagainya. Hal tersebut membuat para remaja terpengaruh budaya luar dan memicu kenakalan remaja.

Sehingga untuk mengatasi kenakalan remaja ada beberapa solusi yang dapat dilakukan, beberapa diantaranya yaitu peran orang tua menjadi hal yang sangat penting untuk pengendalian dan pengawasan kepada remaja, jadi orang tua harus mampu memberikan pengertian tentang nilai nilai yang benar dan salah serta memberikan kasih sayang dan dukungan penuh.

Selanjutnya adalah Pendidikan di sekolah yang berfokus pada pendidikan etika dan moral sehingga guru dan tenaga pendidik ikut serta membantu orang tua dalam membimbing remaja, hal tersebut juga harus mendapat dukungan dari masyarakat sekitar dengan memberikan contoh yang baik dan support yang positif kepada remaja untuk melakukan kegiatan positif.
Dan yang tidak kalah penting adalah support dari pemerintah dengan memberikan fasilitas yang dibutuhkan oleh remaja seperti program yang bersifat positif di masyarakat, program rehabilitasi kenakalan remaja dan akses yang mudah untuk pendidikan karakter.

Dampak yang timbul akibat dari kenakalan remaja dalam masyarakat harus mendapatkan perhatian serius dan tindakan nyata. Hal ini harus diatasi dengan melibatkan berbagai pihak seperti orang tua, sekolah, masyarakat, hingga pemerintah. Sehingga dengan upaya bersama memahami akar masalah kita dapat mengurangi angka kenakalan remaja dan mendidik generasi muda yang lebih baik dimasa yang akan datang.

Penulis : Cindy Adelia Larasati, mahasiswi Program Studi Biologi angkatan 2023 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan (FMIPA) Universitas PGRI Ronggolawe Tuban.

Keterangan : Tulisan ini merupakan tulisan opini yang ditulis mahasiswi Universitas PGRI Ronggolawe Tuban sebagai bentuk tugas UAS mata kuliah Bahasa Indonesia yang diampu oleh Ibu Yunita Suryani, M. Pd.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *