Mengenal Nilai dari Mandi Balimau

JurnalPost.com – “Balimau” merupakan salah satu tradisi kebudayaan dari Minangkabau berlokasi di Sumatera Barat. Tradisi ini dilakukan dengan mandi di aliran sungai untuk membersihkan diri dengan menggunakan jeruk nipis sebagai pengganti sampo. Masyarakat Minangkabau biasanya melakukan tradisi ini untuk menyucikan dan membersihkan diri sebelum menyambut datangnya bulan suci ramadhan. Fungsi dari jeruk nipis sebagai pengganti sampo pada mandi balimau, ini memiliki banyak manfaat untuk tubuh, terutama pada kulit kepala yang mana dipercaya dapat menghilangkan ketombe dan bahkan untuk menyehatkan kulit kepala. Selain untuk menyambut kedatangan bulan suci ramadhan, balimau juga dilakukan bagi pengantin baru di daerah lain.

Berikut merupakan nilai-nilai yang dapat kita ambil dari tradisi Balimau:

a. Mempererat tali persaudaraan dan silaturrahim.
Dalam budaya mandi balimau, mandi yang dilakukan secara bersama-sama di aliran sungai dapat memupukkan tali persaudaraan antar masyarakat minangkabau. Budaya ini menekankan pentingnya untuk melakukan suatu kegiatan bersama-sama dan adanya tradisi ini juga dapat saling memperbaiki hubungan antara keluarga, seperti hubungan antara mamak dan kemenakan. Tradisi ini juga mempererat ikatan antar keluarga maupun masyarakat di ranah minangkabau semakin kuat dan mengenal kata solidaritas antar sesama. Kebersamaan dalam menjalankan suatu kebudayaan inilah yang akan menciptakan suatu keakraban yang dapat membangun hubungan antar masyarakat.

b. Menerapkan budaya bersih
Budaya mandi balimau juga tidak sengaja mengajarkan kita bahwa kebersihan itu penting. Seperti yang kita telah ketahui bahwa mandi balimau menggunakan jeruk nipis sebagai pengganti sampo yang tentunya banyak sekali mengandung khasiat bagi kulit kepala, yaitu nya untuk menghilankan ketombe di rambut dengan cara alami dan menyehatkan kulit kepala. Penggunaan jeruk nipis ini merupakan metode yang terbaik untuk membersihkan area kepala, karena kita tidak memakai sampo yang mengandung zat kimia dan juga dapat merusak kualitas air hingga menjadi pencemaran lingkungan. Selain itu, penggunaan jeruk nipis ini dapat mengurangi pemakaian sampah plastik yang dapat menyebabkan pencemaran karena tumpukan plastik. Limbah plastik yang dihasilkan oleh sampo dapat menyebabkan terjadinya penumpukan di sekitar sungai.

c. Menjaga identitas budaya
Minangkabau merupakan salah satu suku di Sumatera Barat yang memiliki banyak dan bermacam-macam budaya terkandung didalamnya. Budayanya memiliki makna dan ciri khas tersendiri di setiap wilayahnya. Beragam tradisi tersebar di penjuru minangkabau, mulai dari tabuik yang terkenal dengan upacara nya, pacu jawi yang terkenal dengan kearifan lokal nya, dan balimau yang terkenal dengan nilai kebersamaan nya. Mempelajari budaya minangkabau tersendiri merupakan salah satu cara untuk melestarikan suatu budaya di Indonesia. Peran kita sebagai masyarakat dapat menghargai dan melestarikan tradisi suatu daerah yang menjadi harta karun bagi anak cucu.

d. Nilai Religius
Dari sudut pandang religius, mandi balimau telah menerapkan suatu hal yang berkaitan dengan kebersihan. Islam telah mengajarkan manusia untuk bersih karena kebersihan merupakan suatu bagian dari iman. Tradisi ini mengandung nilai “Adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah” yang memiliki arti adat yang mengikuti aturan dari kitabullah / Al-qur’an. Namun diingat bahwa, mandi balimau merupakan pencampuran antara budaya hindu dan islam. Dengan demikian, sangat disarankan bagi kita umat muslim untuk mandi di kamar mandi dengan tujuan untuk menutupi aurat.

Itulah beberapa nilai-nilai yang dapat kita ambil dari tradisi minangkabau yaitu mandi balimau. Memang orang-orang melakukan kebudayaan ini di aliran sungai, tetapi mengingat anak muda remaja yang nakal dan hukum islam yang terikat dengan “menutup aurat” maka disarankan mandi balimau di tempat yang tertutup seperti kamar mandi. Walaupun demikian, itu tidak akan menghilangkan nilai kebudayaan tersebut dan sunnah dilakukan karena menjadi fitrah atau suci sebelum menginjak bulan ramadhan itu sunnah.

Penulis: Vierdy Raditya Pratama
Jurusan: Sastra Jepang
Universitas Andalas

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *