Mengkonversi Mobil Konvensional Menjadi Mobil Listrik Untuk Mengatasi Global Warming

Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik di kota Amsterdam, Belanda @Unsplash

JurnalPost.com – Global warming adalah proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer bumi dan lapisan permukaan bumi akibat meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca akibat aktivitas manusia. Banyak perbuatan tangan manusia yang telah merusak daratan dan lautan contohnya berbagai alat teknologi seperti mobil bermotor, pabrik, perumahan dan pertanian membuat pencemaran udara dan telah merusak sistem lapisan ozon yang pada akhirnya menimbulkan global warming. Pemanasan global adalah proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer dan permukaan bumi akibat meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca akibat aktivitas manusia. Gas rumah kaca yang dimaksud adalah karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dinitrogen oksida (N2O), klorofluorokarbon (CFC), hidrofluorokarbon (HFC) dan sulfur heksafluorida (SF6). Gas inert – gas-gas ini disebut gas rumah kaca karena berperilaku seperti kaca di rumah kaca. Gas-gas tersebut menyerap dan memantulkan radiasi gelombang yang dipancarkan matahari kembali ke bumi sehingga menyebabkan panas tersimpan di permukaan bumi. Hal ini terjadi berkali-kali dan menyebabkan suhu rata-rata bumi terus meningkat setiap tahunnya.

Salah satu penyebab pemanasan global adalah emisi karbon dioksida yang sangat tinggi. Emisi ini disebabkan oleh pembakaran bahan bakar fosil. Berdasarkan struktur kimianya, bahan bakar, disebut juga hidrokarbon, tersusun dari rantai atom karbon dan hidrogen. Jika hidrokarbon ini dibakar dengan oksigen, akan dihasilkan karbon dioksida dan uap air. Namun jika pembakarannya tidak sempurna akan dihasilkan juga gas karbon monoksida yang sangat beracun. Asap pabrik mengandung banyak karbon dioksida. Ada dua sumber utama emisi karbon dioksida di dunia. Yang pertama adalah generator berbahan bakar batu bara. Pembangkit listrik ini membuang energi dua kali lebih banyak dari yang dihasilkannya. Energi yang digunakan sebanyak 100 unit, sedangkan energi yang dihasilkan sebanyak 35 unit. Jadi energi yang terbuang adalah 65 satuan. Setiap 1.000 megawatt yang dihasilkan pembangkit listrik tenaga batu bara mengeluarkan 5,6 juta ton karbon dioksida per tahun. Kedua, membakar kendaraan bermotor. Sebuah mobil yang mengkonsumsi bahan bakar 7,8 liter per 100 km dan menempuh jarak 16.000 km akan mengeluarkan 3 ton karbon dioksida ke udara setiap tahunnya. Gas CO2 yang dihasilkan pada proses pembakaran sesuai dengan jenis bahan bakar kendaraan bermotor menurut departement of enviroment, food and rural affairs.

Pengurangan emisi gas rumah kaca yang diperlukan untuk membatasi global warming hingga di bawah 20°C tidak mungkin tercapai tanpa kontribusi besar dari sektor transportasi. Sektor energi kita Badan Perlindungan Lingkungan Internasional memperkirakan bahwa sektor transportasi global akan berkontribusi sekitar seperlima dari total pengurangan emisi gas rumah kaca dari konsumsi energi pada tahun 2050. Mobil listrik diharapkan dapat menjadi solusi yang tepat untuk mengurangi emisi gas rumah kaca di sektor transportasi. Kendaraan listrik ini dinilai berkontribusi besar terhadap tujuan pengurangan emisi gas rumah kaca karena membantu meningkatkan efisiensi energi dan menurunkan intensitas emisi CO2. Perkembangan mobil listrik di seluruh dunia juga meningkat secara signifikan. Adapun emisi, yaitu 23% dari total emisi gas rumah kaca. Konversi mobil konvensional ke mobil listrik bertujuan untuk mengurangi separuh total emisi gas rumah kaca yang dihasilkan pada tahun 2013 sebesar 33 miliar ton.

Dalam upaya mengurangi emisi, Uni Eropa (UE) mengadopsi pendekatan teknologi transportasi yang lebih ramah lingkungan. Pada awal tahun 1990-an, UE mengeluarkan peraturan yang mewajibkan penggunaan katalis pada mobil bertenaga bensin, yang biasa dikenal dengan standar Euro 1. Peraturan ini bertujuan untuk mengurangi tingkat polusi yang disebabkan oleh mobil bertenaga bensin. Kemudian, secara bertahap, UE memperketat peraturan untuk Euro 2 (1996), Euro 3 (2000), Euro 4 (2005), Euro 5 (2009) dan Euro 6 (2014). Persyaratan serupa berlaku untuk usaha kecil dan kendaraan diesel dan utilitas besar. Standar emisi mobil di Eropa juga diterapkan oleh sejumlah negara di dunia. Penerapan standar emisi disertai dengan peningkatan kualitas bahan bakar. Saat ini sudah banyak pabrikan yang mulai memproduksi mobil listrik. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi dampak dari global warming. International Energy Agency menetapkan target untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Pengurangan emisi gas rumah kaca yang diperlukan untuk membatasi pemanasan global hingga di bawah 2°C tidak mungkin tercapai tanpa kontribusi besar dari sektor transportasi. Badan Energi Internasional menyatakan sektor transportasi global diharapkan berkontribusi sekitar seperlima dari total pengurangan emisi gas rumah kaca terkait konsumsi energi pada tahun 2050. Otomotif Listrik akan menjadi solusi yang tepat untuk mengurangi emisi gas rumah kaca di sektor transportasi. Mobil listrik dianggap sebagai kontributor utama tujuan pengurangan emisi gas rumah kaca karena membantu meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi intensitas emisi CO2.

Dalam meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi intensitas emisi CO2 ada beberapa negara lain berencana melarang penjualan mobil konvensional berbahan bakar fosil mulai tahun 2030. Negara-negara tersebut antara lain Jerman, Inggris, Amerika Serikat, dan India. Sementara itu, Norwegia, yang saat ini merupakan salah satu negara yang sangat serius untuk beralih ke mobil listrik, akan melarang penjualan mobil menggunakan bahan bakar fosil mulai tahun 2025. Untuk menyambut era ini dan menstimulasi konsumen, beberapa negara maju akan melarang penjualan mobil berbahan bakar fosil. Regulasi menarik terkait peningkatan penggunaan mobil listrik. Pemerintah Norwegia memberikan insentif pembangunan Stasiun Pengisian Umum (SPLU) serta penyediaan listrik dan parkir gratis di 400 stasiun. PM berbahaya karena dapat menyebabkan gangguan pernafasan dan kardiovaskular. Selain partikel, terdapat juga CO atau karbon monoksida yang dapat mempengaruhi aliran oksigen dalam darah dan mengurangi jumlah oksigen yang tersedia dalam tubuh. Selain itu, gas beracun yang dikeluarkan dari mobil juga mengandung hidrokarbon yang menyerang sistem pernafasan manusia. Bahaya gas tersebut menjadi salah satu faktor yang memaksa pemerintah Inggris untuk segera mengurangi emisi karbon penyebab efek rumah kaca. jumlah kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar minyak. Di sisi lain, pemerintah Inggris juga mendapat tekanan dari para aktivis lingkungan hidup untuk segera mencari solusi terhadap masalah pencemaran kendaraan bermotor. Mobil di jalan raya Inggris menyumbang 20% dari seluruh emisi CO2, yang dianggap sebagai penyebab utama perubahan iklim.

Kesimpulannya adalah global warming adalah peristiwa proses peningkatan suhu rata-rata lapisan tersebut disebabkan oleh atmosfer dan tanah meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca antropogenik. Pengurangan gas rumah kaca diperlukan untuk membatasi pemanasan global di bawah 20 C mungkin tidak mungkin dicapai tanpa kontribusi signifikan dari industri mengangkut Badan Energi Internasional menunjukkan bahwa industri transportasi global sekitar seperlima harus berpartisipasi pengurangan total gas rumah kaca tentang penggunaan energi pada tahun 2050. Mobil listrik diharapkan bisa menjadi solusi yang tepat dalam mengurangi gas rumah kaca di lapangan mengangkut Mobil listrik ini terlihat dalam mencapai tujuan pengurangan emisi gas rumah kaca karena meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi intensitas CO2. Perkembangan Mobil listrik juga tumbuh secara signifikan di dunia. Meski memiliki kelebihan, mobil listrik tetap eksis mempunyai beberapa kelemahan. Tapi bersama-sama perkembangan teknologi dan partisipasi beberapa pihak Negara-negara maju diyakini akan bertahan dari kelemahan yang ada.

DAFTAR PUSTAKA
Daryanto, 2011, Dasar Dasar Keistrikan Otomotif dan Sistem Pengaturan, Cetakan Pertama, Penerbit PT. Prestasi Pustakaraya, Jakarta.
Iftadi Irwan, 2015, Kelistrikan Industri, Cetakan Pertama, Penerbit Graha Ilmu, Yogyakarta.
International EnergyAgency, Global EV Outlook 2017 Two Milion and Counting, EOCD/IEA 2017
Kumara,Nyoman S dan Sukerayasa I Wayan, 2009, Tinjauan Perkembangan Mobil Listrik Dunia Hingga sekarang, Jurnal Teknologi Elektro, Vol. 8 No. 1, Januari – Juni.
Parinduri Luthfi, dkk., 2018, Strategi Penekanan Biaya Mobil ListrikMelalui Integrasi Tesla Motors dan Gigafactory, Buletin Teknik Utama, ISSN 2598-3814 (on line) ISSN 1410-4520 (cetak).
Rahman, M. Abdul, 2013, Pembuatan mobil listrik untuk solusi transportasi ramah lingkungan (Mobil Baskara), Jurnal Riset Daerah, Vol XII, No. 2, Agustus 2013.
Sulasno, 2009, Teknik Konversi Energi Listrik dan Sistem Pengaturan, Edisi Pertama, Cetakan Pertama, Penerbit Graha Ilmu, Yogyakarta.

Nama : Ariella Bethanya Sari

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *