Meningkatkan Nilai Psikomotorik dan Kognitif Siswa dengan Membatik

JurnalPost.com – Batik, seni tradisional Indonesia yang indah dan kaya akan makna, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya nusantara. Sebagai warisan leluhur yang melintasi generasi, batik bukan sekadar kain berwarna-warni, melainkan suatu bentuk seni yang mencerminkan keunikan dan kearifan lokal.

Melalui pemahaman dan penghargaan terhadap batik, kita tidak hanya menghargai seni tradisional ini, tetapi juga berpartisipasi dalam menjaga kekayaan budaya untuk generasi mendatang. Dengan mengenakan batik, kita tidak sekadar memakai kain, tetapi merayakan warisan yang hidup dan terus berkembang.

Maka dari itu dengan adanya program PMM Bhaktiku Negeri kami sebagai kelompok pmm umm 2024 membuat suatu edukasi dan praktik membatik kepada siswa/siswi SDN 01 Tawangsari. Tujuan diadakannya kegiatan membatik adalah agar siswa dapat mengenal, mempelajari serta mempraktikkan kegiatan membatik. Selain itu siswa juga dapat melestarikan kebudayaan membatik yang mulai luntur.

Jum’at 9 February 2024, kelompok PMM UMM 2024 memberikan edukasi mengenai batik sekaligus dengan tahap pembuatannya. Batik yang kami angkat dalam kegiatan membatik kali ini adalah batik kelereng dan batik jumputan. Kegiatan membatik ini masih tergolong asing pada siswa SDN 01 Tawangsari yang dimana mereka belum pernah mengikuti kegiatan membatik sebelumnya.

Dengan adanya kegiatan edukasi membatik ini diharapkan siswa dapat mengenal alat, bahan, dan tata cara pembuatan batik dengan baik dan benar. Secara seksama siswa memperhatikan tahapan dalam pembuatan batik yang disampaikan oleh 2 penanggung jawab program kegiatan membatik yaitu Yessica Najwa Sabina dan Ulyasari Arditha Saputri yang juga dibantu oleh anggota kelompok. Tahapan pembuatan batik dimulai dari mempersiapkan alat dan bahan, melipat kain batik, kemudian dilanjutkan pemberian warna pada kain dengan wantex.

Dalam kegiatan edukasi dan praktik pembuatan batik, siswa SDN 01 Tawangsari sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini. peserta kegiatan membatik diikuti oleh siswa kelas 4,5 dan 6, setiap kelas terdiri dari 6-7 kelompok yang dimana per kelompok mengerjakan 1 buah kain batik sepanjang 1 Meter.

Melalui edukasi pembuatan batik yang langsung dipaparkan oleh Agustina Tresnawati, Ahyani Hamdillah dan Ahmad Dawwas Rais, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang yang mengikuti program PMM Bhaktiku Negeri Angkatan 2022 dengan berkolaborasi bersama siswa di SDN 01 Tawangsari. Kegiatan ini berdampak positif pada kognitif dan psikomotorik siswa. Dimana kegiatan ini mampu memotivasi siswa dan menginspirasi siswa agar selalu melestarikan kebudayaan yang ada di Indonesia terutama batik.

“ belajar membatik hari ini sangat seru sekali, karena selama ini kami belum pernah membuat batik” ujar Olin salah satu siswi kelas V SD Negeri 1 Tawangsari.

Oleh: Agustina Tresnawati

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *