Mental Diri di Lingkungan Pendidikan

Oleh: Ardelia Zahra Damayanti
Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang

JurnalPost.com – Kesehatan mental adalah hal yang sangat penting dalam kesejahteraan sesorang yang berkaitan dengan kondisi emosi, kejiwaan dan psikis seseorang.Tak sedikit anak-anak merasakan kondisi batin dalam dirinya tidak aman dan tentram.Fenomena kesehatan mental yang terjadi dilingkungan sekolah berupa adanya kondisi stres akademik yang dialami siswa .Ada banyak perasaan di dalam dirinya yang membuat tidak bisa melakukan kegiatan secara produktif dan tidak dapat menggunakan potensi terhadap dirinya secara maksimal. Penyakit mental dapat menyebabkan masalah dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya dapat merusak interaksi atau hubungan dengan orang lain, namun juga dapat menurunkan prestasi di sekolah dan produktivitas kerja.

Kesehatan mental termasuk kedalam aspek penting dalam kehidupan mahasiswa, dan memiliki dampak yang signifikan terhadap prestasi akademik, kualitas hidup, dan masa depan mereka. Sebagian besar gangguan mental dimulai pada masa remaja dan awal masa dewasa (10 sampai dengan 24 tahun) dan kesehatan mental yang buruk berkaitan dengan hasil pendidikan, kesehatan dan sosial yang negatif. Saat kita memasuki dunia pendidikan, kita akan banyak dihadapkan pada berbagai tekanan akademik,sosial, bahkan mental. Tuntutan dalam dunia pendidikan yang tinggi kehidupan dan tanggung jawab yang besar kadang bisa menambah beban dalam diri setiap pelajar ataupun mahasiswa. Kadang orang tidak pernah sadar dengan kondisi kesehatan mental dalam diri seseorang, terutama bagi pendidik. Lembaga pendidikan perlu memperhatikan,mensejahterakan mental mahasiswa nya dalam lingkungan yang mendukung.

Dampak Positif Menjaga Mental dalam Pendidikan

Lingkungan dalam pendidikan harus selalu memberikan dampak yang positif bagi mahasiswanya. Dimana mereka bisa merasakan kenyamanan,aman, damai tentang apa yang mereka rasakan. Mereka dapat menyuarakan apa saja keluhan yang dirasakan dalam menjalani proses belajar. Hal itu dapat dilakukan oleh pengajar bisa menyediakan berbagai program pendidikan tentang kesehan mental atau bimbingan konseling. Dengan adanya program itu, dapat menciptakan lingkungan  pendidikan yang mendukung fisik dan kesejahteraan mental terhadap mahasiswa.

Sekarang tak sedikit melihat bimbingan konseling diranah kuliah. Cenderung guru-guru yang mengajar bimbingan konseling lebih banyak ditingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Untuk menjadi guru bimbingan konseling di era perkuliahan membutuhkan strategi yang cukup tinggi, dan perbedaan cara menangani. Karena dengan umur yang lebih tinggi, permasalahan yang begitu rumit,hingga berbedanya pola pikir yang signifikan maka tak jarang juga mahasiswa-i yang melakukan konsultasi kesehatan mentalnya kepada ranah yang sesuai. Mereka cenderung membagikan keluhannya kepada orang lain, bahkan mereka hanya menyimpan masalahnya sendirian.Padahal dimasa kuliah pun banyak mahasiswa-i yang membutuhkan adanya program tersebut untuk mereka jadikan sebuah wadah untuk berbagi cerita kondisinya.  Banyak pentingnya manfaat positif yang akan diterima jika program tersebut berjalan dan terus berkembang, bahkan menjadikan solusi adanya permasalahan kesehatan di dalam lingkungan pendidikan karena dapat mengatasi banyak permasalahan yang dihadapi oleh banyaknya mahasiswa-i saat ini.

Kita dapat mengetahui ciri-ciri kesehatan mental yang dialami oleh mahasiswa. Mulai dari kecemasan yang berlebihan, kurangnya sifat percaya diri, mudah menyakiti dirinya sendiri,gangguan pola makan,depresi, hingga penyalahgunaan alkohol. Tak jarang kita melihat dan mengetahui hal-hal tersebut dari mahasiswa. Mereka dapat melampiaskan emosinya kedalam ranah yang salah dan berbahaya bagi dirinya. Hal itulah yang menyebabkan sulitnya tumbuh kembang mereka terhadap dunia pendidikan. Banyak hambatan yang di rasakan dalam diri mereka, sehingga mereka kurang fokus untuk mencapai apa yang akan diraih dalam masa pendidikannya. Sehingga harus menciptakan faktor pendukung baru untuk menciptakan mental baik bagi mahasiswanya.

Upaya Menjaga Kesehatan Mental dalam Pendidikan

Dikalangan anak-anak ditemukan bahwa permainan digital atau online menimbulkan masalah kesehatan mental bagi anak-anak di zaman sekarang dan bahkan mengarah pada kondisi mental illness. Menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan mental adalah langkah awal yang penting dalam kesehatan setiap individu. Banyak hal yang bisa dilakukan oleh pihak pendidikan untuk memberikan fasilitas yang berkualitas dalam dunia pendidikan, yang dapat menimbulkan rasa kenyamanan dalam melakukan pembelajaran. Bisa dilakukan mulai dari pemberian fasilitas pembelajaran seperti perpustakaan yang rapi dan bersih, tempat suasa belajar yang nyaman, kelas yang mempunyai beberapa fasilitas yang lengkap untuk menunjang kegiatan proses belajar. Sehingga mahasiswa-i merasakan kondisi batin yang sehat dan fikiran yang jernih dalam melakukan kegiatannya dan bisa berkembang untuk meningkatkan hasil pendidikan mereka yang jauh lebih baik.

Memberikan sebuah dukungan lewat banyaknya program untuk menciptakan kondisi kesehan mental yang sehat adalah  bentuk apresiasi. Dengan adanya program kerja baru bagi mahasiswa-i memberikan peluang bagi mereka untuk mengembangkan dirinya mulai dari bertemu dengan orang-orang baru, melakukan kegiatan yang sesuai dengan kesenangan mereka, pengalaman-pengalaman baru yang belum dia rasakan, sehingga menciptakan energi positif didalam kondisi mental mereka. Program ini juga dapat memberikan bimbingan, memberikan nasihat, dan memecahkan konflik dalam mengahadapi konflik akademik maupun non akademik. Anak yang mengalami gangguan mental itu justru lebih membutuhkan banyak pendukung , relasi yang membuat mereka tidak merasakan kesendirian yang membuat mereka merasakan keamanan.

Memberikan keterampilan hidup juga merupakan peranan dalam mengatasi banyaknya permasalahan kondisi mental mahasiswa. Mereka akan belajar dalam mengambil berbagai permasalahan dalam kehidupannya mulai dari permasalahan sosial, pengembangan diri, permasalahan akademik,  pengelolaan waktu yang membuat mereka bisa mengontrol kondisi fisik dan mentalnya. Hal itu membuat mereka semakin aktif dalam menjalankan akademik mereka tanpa merasakan banyaknya gangguan kesehatan yang mereka alami, karena pihak pendidikan memberikan sebuah bekal terkait solusi-solusi yang bisa menyelesaikan permasalahan yang dihadapi banyaknya mahasiswa-i.

Kesehatan mental yang baik memiliki dampak yang positif bagi pengembangan diri. Kini dalam dunia pendidikan tidak hanya berfokus terhadap soal akademik saja, tetapi harus memastikan mengenai kesehatan mental siswa. Sehingga dalam kegiatan proses belajar mengajar kesehatan mental bukan menjadi suatu pengahambat dalam menyelesaikan kegiatan akademiknya. Menerapkan hal-hal positif dapat memperkuat bagi koneksi tubuh dan pikiannya. Kesejahteraan mental sangat penting dalam pengembangan diri di lingkungan pendidikan. Kesehatan mental yang baik dapat membantu seseorang untuk mencapai tujuan hidup, meningkatkan kualitas hidup, dan memperkuat koneksi antara tubuh dan pikiran. Oleh karena itu, perlu adanya perhatian dan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan mental di lingkungan pendidikan.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *