Muda Wani Gerak: Youth Camp 3 Hari Tentang Pendidikan Lingkungan dan Perubahan Iklim se-Jawa Timur

Image: Hisyam

Oleh: Diki Angger

Pasuruan, Jawa Timur, JurnalPost.com – Minggu (04/02) Youth Camp Muda Wani Gerak se-Jawa Timur telah selesai dilaksanakan selama 3 hari, sejak Jumat 2 Februari lalu. Sebanyak 60 peserta baik SMP hingga umum hadir untuk mengikuti kemah pemuda berbasis lingkungan dan perubahan iklim ini.

Kegiatan perkemahan berpusat di Kaliandra Eco Resort and Oragnic Farm, sebuah resort di kaki Gunung Arjuna, yang menggabungkan keasrian alam dan pertanian, Dusun Gamoh, Desa Dayurejo Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Angel, selaku ketua pelaksana kegiatan ini menjelaskan bahwa, “Youth Camp diinisiasi bersama oleh kurang lebih 10 organisasi kolaborator dari Yayasan Ashoka Pembaharu Bagi Masyarakat, guna penguatan jejaring juga untuk menjadi wadah saling bertukar informasi dan pengetahuan tentang isu lingkungan dan pengasuhan di kawasan Jawa Timur.”

Lebih lengkapnya, kegiatan ini diselenggarakan oleh Ashoka Indonesia yang menggandeng Mocaro dan Green Leaders Indonesia. Melibatkan 10 organisasi kolaborator, diantaranya: Kawan Netra/Gerakan Tunanetra Mengaji, Mocaro, Tanoker, Fatayat NU, Ecoton, Komdik KWI/Santa Maria, WIS Komunalian, Otis Community, Rahima, Kompas Banyuwangi dan Asvia.

“Diharapkan dari kegiatan ini dapat mengeratkan aksi kolaboratif dari organisasi-organisasi kolaborator di Jawa Timur dalam menyikapi permasalahan lingkungan dan konsep pengasuhan. Peserta diharapkan setidaknya mampu memetakan permasalahan yang ada di sekitar mereka, serta mampu memulai praktik baik dengan menggunakan contoh atau pendekatan yang dipelajari bersama selama youth camp,” sambung Angel.

Target utama kemah pemuda ini merupakan anak muda, karena generasi muda dinilai cukup banyak memiliki semangat, kreativitas, dan energi yang besar untuk memberikan kontribusi positif bagi lingkungan.

Kegiatan ini berusaha untuk mewadahi kreativitas anak muda Jawa Timur dalam merespons isu lingkungan lokal, sekaligus memberdayakan mereka menjadi problem solver masalah-masalah tersebut. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan inisiatif-inisiatif brilian dari anak muda untuk turut serta menjaga dan melestarikan lingkungan di Jawa Timur.

Adapun rangkaian agenda inti yang dilakukan selama 3 hari youth camp adalah sebagai berikut:

  1. Layar Gaharu: Nonton bareng film dokumenter “Ojek Lusi” tentang tragedi Lumpur Lapindo. Kemudian merefleksikannya dengan berdiskusi bersama kelompok.

Pemandu: Saraswati N. Diwangkara (Ashoka Indonesia)

  1. Climate Change 101: Pembekalan kepada perserta terkait dasar-dasar perubahan iklim.

Pemateri: Rina Kusuma & Alya Sabira (Ashoka Indonesia)

  1. Youth Entrepreneurship in Climate Issues: Pemaparan materi terkait mengkorelasikan enterpreneurship sekaligus menjawab dan menjadi solusi aternatif dari persoalan isu iklim.

Pemateri: Adinda P. Kusumawardhani, founder of Mocaro dan anggota Green Leaders Indonesia

  1. Pengasuhan Gotong Royong dengan Pendekatan Budaya: Bagaimana menggagas kolaborasi antar generasi dalam gerakan sosial dan lingkungan dan diperkuat dengan budaya yang mempersatukan.

Pemateri: Bu Diana (Fatayat), Kak Uun (Asvia), Bu Alfisyah (Tanoker)

  1. Bagaimana Menentukan Audiens untuk Media Sosial: Membantu menentukan isu apa yang ingin peserta branding di sosial media. Kemudian mendeskripsikan target audiens yangg pas sesuai isu yang dipilih mulai dari gender, usia, cakupan wilayahnya, dan lainnya

Pemateri: Saraswati N. Diwangkara, Ashoka

Acara di tutup dengan kegiatan World Café, di mana masing-masing organisasi mempresentasikan hasil rancangan kerja baik yang sudah dan akan di laksanakan kedepannya, di stand masing-masing layaknya seperti bazar, dan kemudian saling mengunjungi satu sama lain.

Liesmey, salah seorang peserta mengatakan bahwa youth camp ini merupakan kegiatan yang bermanfaat, penuh dengan relasi, ilmu baru, dan pandangan baru terkait dengan iklim. Ia juga terkesan bagaimana kegiatan ini berjalan dengan seru dan interaktif.

“Pastinya seru banget dan pesertanya sangat interaktif. Gak nyangka ketemu kawan-kawan baru yang lebih muda, dengan ide-ide yang juga luar biasa. Aku merasa ini kegiatan pembuka di 2024 yang sangat menyenangkan dan bermanfaat untukku pribadi,” katanya.

Di sisi lain, Angel berharap, gerakan #MudaWaniGerak tidak akan berhenti hanya sampai di youth camp ini saja. Namun terus berkembang ke arah yang lebih baik lagi, dengan pendekatan baru dan merambah ke isu-isu sosial lainnya.

“Kedepannya, pendekatan-pendekatan berbeda akan dilakukan masih dengan tujuan yang sama. Muda Wani Gerak akan terus berkembang tidak terbatas hanya pada isu lingkungan dan pengasuhan saja, tetapi akan menyasar isu-isu sosial lainnya yang ada di kawasan Jawa Timur,” katanya.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *