Pemilu 2024: Momen Persahabatan Politik yang Membangun Demokrasi

Oleh Muhammad Thaufan Arifuddin
(Pengamat Media, Korupsi, Demokrasi, dan Budaya Lokal. Dosen Departemen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Andalas)

JurnalPost.com – Pada setiap momen politik, persahabatan politik, sebagaimana diutarakan oleh Aristoteles, memainkan peran krusial dalam membentuk hubungan yang kokoh antara individu, kelompok, dan komunitas. Konsep persahabatan politik mencerminkan tujuan politik yang sama, perasaan solidaritas, kemanusiaan, kebebasan, dan kesetaraan tinggi dalam membangun hubungan politik (Freinberg, 2023). Keberadaan persahabatan politik menjadi penting terutama dalam konteks pemilu 2024, di mana dinamika politik menciptakan panggung untuk menjalin hubungan yang kuat demi kemajuan demokrasi.

Persahabatan politik seharusnya tumbuh dari pondasi visi politik dan kebebasan, tanpa adanya intimidasi atau paksaan. Interaksi dan persahabatan antara individu, kelompok, dan komunitas seharusnya terjadi secara alamiah, didorong oleh kesadaran bersama yang terikat oleh wilayah dan aturan bersama.

Mengarahkan persahabatan politik pada tujuan yang lebih besar dan produktif, seperti mendukung kesuksesan pemilu 2024 atau melawan kecurangan dalam proses pemilihan, menjadi suatu keharusan. Persahabatan politik harus memiliki sifat futuristik, mengabdi pada tujuan yang lebih besar demi kemajuan bersama. Inilah yang mendasari kebutuhan untuk memandang pemilu sebagai momentum membangun persahabatan politik yang kokoh.

Demokrasi yang mempromosikan persahabatan politik antara individu, kelompok, dan komunitas adalah cermin dari kedewasaan politik dan kemajuan masyarakat. Persahabatan politik cenderung bersifat tulus dan tidak pragmatis. Dalam konteks pemilu, demokrasi seharusnya menjadi medan subur bagi pertumbuhan persahabatan politik, di mana setiap pemilih, partai politik, dan kelompok masyarakat dapat berinteraksi secara terbuka dan membangun hubungan yang saling menguntungkan.

Untuk memperkuat persahabatan politik, diperlukan kebersamaan dan saling mengapresiasi dalam menghadapi perbedaan. Pemilu 2024 menjadi momen penting dalam membangkitkan dan mengokohkan persahabatan politik melalui jalur yang jujur dan adil. Kejujuran dalam proses pemilihan, adil dalam perlakuan terhadap semua pihak, dan transparansi dalam penyelenggaraan pemilu akan menjadi pondasi utama bagi pertumbuhan persahabatan politik yang berkelanjutan.

Persahabatan politik memerlukan pemahaman, saling percaya, dan kerjasama antara pihak-pihak yang terlibat. Perlu diingat bahwa mencapai persahabatan politik harus dilakukan dengan cara yang baik dan bermartabat. Oleh karena itu, partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, termasuk pemilih, partai politik, dan lembaga penyelenggara pemilu, sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan politik yang kondusif bagi tumbuhnya persahabatan politik.

Persahabatan politik memiliki peran penting dalam memajukan demokrasi. Namun, mencapainya tidak boleh dilakukan dengan menghalalkan segala cara atau memaksakan kehendak. Salah satu tujuan pendidikan politik adalah mengajarkan nilai persahabatan politik antara individu, lintas kelompok, dan komunitas yang berbeda, termasuk perbedaan etnis, agama, gender, dan kelas sosial. Persahabatan sosial harus bersifat demokratis dan peduli terhadap proses pembentukan serta tujuan akhir dari persahabatan politik.

Alhasil, persahabatan politik melibatkan kebebasan tanpa intimidasi, visi bersama, kesukarelaan, kepercayaan sosial, tindakan jujur, keadilan, rasionalitas, dan sikap terbuka antara individu, kelompok, dan komunitas. Persahabatan politik membutuhkan kapasitas untuk menjaga proses yang terbuka di tengah perubahan praktik dan norma. Semoga pemilu 2024 berlangsung jujur, adil, dan menjadi momen yang memperkuat persahabatan politik. Amin.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *