Pengaruh K-Pop di Indonesia | Jurnalpost

Bisnis317 Dilihat

Oleh Cahaya Puti Melati dan Ratri Setyoning Puspita Ayu

JurnalPost.com – K-Pop mungkin sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar orang. Entah dimulai sejak kapan, tapi di Indonesia sendiri K-Pop sudah lama ada. Sebenarnya dengan adanya K-pop di Indonesia bukanlah hal yang buruk asal kita dapat memilah mana yang baik dan yang buruk. Dari pengalaman pribadi penulis yang juga penyuka K-Pop banyak sekali dampak positif yang dapat kita ambil.

Pertama ketika penggemar membeli merchandise official yang dikirim langsung dari Korea, kita wajib untuk membayar tax atau pajak, dimana itu masuk di pemasukan negara. Lalu ketika ada konser yang diadakan di Indonesi seperti konser Blackpink dan SMTOWN yang diadakan di GBK secara tidak langsung itu juga menambah pemasukan negara. Dan ketika konser SMTOWN di Jakarta dari pihak promotor sendiri membuat drees code dimana semua yang hadir menyaksikan konser tersebut menggunakan batik. Dengan begitu kita dapat mengenalkan budaya Indonesia yaitu batik ke negara lain.

Lalu dengan adanya K-Pop pun dapat menaikkan branding produk-produk lokal. Seperti Mie Sedap x Siwon Super Junior, Mie Lemonilo x Nct Dream, Nu Green Tea x Nct 127, Click x Nct 127, Scarlet x Exo, Scarlet x Twice, lalu Tos Tos x Nct Dream, dan Azarine x Red Velvet. Diatas adalah beberapa brand lokal yang berkolaborasi dengan boy grup maupun girl grup Korea. Karena adanya kolaborasi tersebut membuat penggemar K-Pop yang awalnya tidak tau atau tidak beminat untuk membeli produk tersebut menjadi tertarik dan akhirnya pun membeli produk tersebut, karena idola mereka yang berkolaborasi dengan brand tersebut. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang sengaja membeli dalam jumlah banyak agar mendapatkan special merchandise dari kolaborasi tersebut. Merchandise yang sering diberikan itu bebentuk photocard. Selain itu dengan adanya kolaborasi tersebut dapat memperkenalkan produk lokal ke manca negara.

Baca Juga  Seminar Kebahasaan: Tumbuhkan Rasa Cinta Terhadap Bahasa

Dan dengan adanya K-Pop juga dapat memengaruhi pola pikir, sikap, dan perilaku di kalangan anak muda, yaitu perubahan pola pikir masyarakat untuk menjadi masyarakat yang lebih modern. Selain itu kita juga dapat menambah ilmu pengetahuan, kreativitas, dan sikap toleransi terhadap perbedaan budaya. Pengetahuan yang dimaksud yaitu kita jadi mengenal dan mengerti bahasa Korea sehingga kita mendapatkan bahasa baru. Sedangkan kreativitas disini yaitu dapat dilihat dengan banyaknya generasi muda yang meng cover lagu ataupun tarian dari boy grup maupun girl grup Korea.

Perkembangan budaya K-Pop ini juga menimbulkan dampak negatif bagi penggemarnya khususnya remaja yang banyak mengidolakan grup-grup K-Pop tersebut. Dampak negatif tersebut yaitu munculnya sifat yang konsumtif, menjadikan gaya berpakaian yang kurang pantas, dan menimbulkan rasa kecintaan yang berlebihan terhadap idol-idol mereka.

Munculnya sifat yang konsumtif dikarenakan kecintaan mereka terhadap idola-idola mereka yang membuat mereka rela mengeluarkan banyak uang hanya untuk membeli merchandise yang dikeluarkan oleh idola mereka. Merchandise tersebut bisa berupa lighstick, photocard, album, dan lain-lain. Para K-Pop fans juga rela mengeluarkan banyak uang untuk membeli pakaian atau barang-barang yang sama dengan idola mereka dengan harga yang bisa mencapai puluhan juta rupiah. Para penggemar juga tidak segan-segan untuk mengeluarkan jutaan rupiah untuk mengikuti konser atau fanmeeting yang digelar oleh idola mereka.

Gaya berpakaian yang menyerupai idol menjadi trend yang sangat disukai oleh kebanyakan remaja yang ada di Indonesia. Hal ini dikarenakan outfit-outfit yang mereka pakai sangat unik dan simple namun memberikan kesan mewah yang membuat remajaremaha tertarik untuk memakai baju yang sama denga idola mereka. Namun terkadang mereka tidak menyadari ada beberapa outfit korean look yang tidak sesuai dengan norma-norma yang ada di Indonesia. Hal ini dikarenakan beberapa outfit yang bertema korean look itu cenderung terbuka dan memperlihatkan bagian-bagian tubuh yang seharusnya tidak diperlihatkan. Namun tetap saja remaja banyak sekali yang menyukai gaya berpakaian seperti idol korea atau korean look tersebut. Referensi outfit korean look juga dapat dengan mudah diakses melalui media sosial yang berupa twitter, tiktok, instagram, shoppee, dan lain-lain.

Baca Juga  5 Mall terbaik di kota Surakarta kreatif

Yang terakhir rasa kecintaan yang berlebihan terhadap idola mereka. Rasa kecintaan yang berlebihan tersebut membuat penggemar khususnya remaja-remaja menjadi fans yang cenderung fanatik dan selalu ingin meniru apa yang dilakukan oleh idola mereka, yang terkadang perilaku tersebut tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku di Indonesia. Rasa kecintaan yang berlebihan juga membuat penggemarnya menjadi denial dan selalu membela idola mereka dengan cara berlebihan sekalipun apa yang dilakukan oleh idol mereka salah, namun seakan-akan mewajarkan kesalahan yang dilakukan oleh idola mereka. Mereka juga menganggap idola mereka adalah hak mereka sepenuhnya, hal ini membuat mereka cenderung tidak suka apabila idola mereka dikabarkan dating, dan langsung menghate siapapun yang dikabarkan dating oleh idola mereka.

Itulah beberapa dampak positif dan negatif masuknya K-Pop di Indonesia. Maka dari itu kita harus dapat memilah segala budaya yang masuk ke Indonesia, agar hanya dampak positif saja yang memengaruhi budaya kita.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *