Pentingnya Pemahaman Terkait Keuangan Bagi Generasi Muda

Penulis: I Gusti Agung Made Widiantara
Mahasiswa S2 Ilmu Manajemen Universitas Pendidikan Ganesha

PENDAHULUAN
Generasi muda saat ini atau yang kita kenal dengan Gen Z merupakan anak-anak muda yang hidup di tengah perkembangan industry 4.0 dan dipengaruhi pada aktivitas mereka sehari-harinya. Gen Z diharapkan harus melek terhadap keuangan. Gen Z dengan pemahaman finansial yang baik dapat mudah menata keuangan yang mereka miliki agar dapat disiapkan untuk masa depan yang lebih baik.

Financial behavior atau yang dikenal dengan perilaku keuangan masuk ke dalam dunia bisnis dan akademis pada masa 90-an. Perilaku keuangan termasuk kedalam konsep ilmu keuangan yang memiliki kaitan pada individu, dengan bidang ilmu yang bertujuan untuk menggabungkan antara teori psikologi perilaku dan kognitif dengan ekonomi konversional dan keuangan dalam menjelaskan memangapa individu dapat mengambil keputusan yang rasional terkait keuangan. Menurut Suryanto, (2017) financial behavior atau perilaku keuangan merupakan pola seorang individu secara mandiri mengelola keuangan pribadinya.

Setiap individu memiliki permasalahan yang cenderung berbeda-beda, seperti memiliki perbedaan besar uang yang dikeluarkan dibanding uang yang diterima. Dalam penelitian Anwar dan Leon, (2022) Perilaku keuangan menjadi masalah bagi individu khususnya sebagian kelompok Generasi Z. Hal ini dikarenakan pada era globalisasi peran teknologi serta informasi semakin cepat menyebabkan perubahan dan perkembangan terkait financial behavior pada generasi sekarang (Gen-Z).

KAJIAN PUSTAKA

Financial behavior atau perilaku keuangan, Menurut Anwar dan Leon (2022) financial behavior merupakan perilaku individu atau perusahaan yang memiliki tanggung jawab terhadap sumber daya keuangan yang tersedia dengan baik. seorang yang memiliki financial behavior yang baik cenderung lebih efektif terhadap tabungan mereka. financial literacy merupakan kemampuan individu yang berdampak positif dalam mengelola keuangan. Menurut Anwar dan Leon (2022), financial literacy merupakan bagian perilaku keuangan pada individu, dengan tanda seorang memiliki pengetahuan dan kemampuan yang tinggi makan individu tersebut akan mudah mengambil keputusan dengan baik.

PEMBAHASAN
Rendahnya tingkat pemahaman pada generasi Z sekarang terhadap perkembangan perilaku keuangan menyebabkan tingginya resiko yang dihadapi dan rendahnya tanggung jawab akan pengelolaan keuangan saat mereka masuk ke dunia usaha. Pentingnya financial literacy yang kita ketahui sebagai kemampuan individu untuk mengelola dan memahami sumber daya keuangan, sehingga mereka dapat memahami masing-masing profil resiko yang mereka hadapi sebelum mengambil keputusan. Financial Knowledge menjadi bagian dalam dasar defisi konseptual dari Financial Literacy, Seorang Individu wajib memiliki pemahaman terhadap finansial dengan tujuan untuk menciptakan dan mengembangkan suatu Financial Behavior yang baik.

Menurut survei yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan yang di lakukan pada tahun 2022 memberikan data bahwa indeks literasi mengalami peningkatan menjadi 49,68 persen yang sebelumnya 38,03 persen pada tahun 2019 dan indeks inklusi keuangan mengalami peningkatan mencapai 85,10 persen yang sebelumnya 76,19 persen. Peningkatan ini menjadi suatu yang menggembirakan untuk Indonesia, namun menurut Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Friderica Widyasari Dewi menyebutkan indeks inklusi keuangan yang tinggi akan berpengaruh baik tetapi GAP yang jauh dari indeks literasi keuangan dapat menjadi masalah. Faktor ini disebabkan masih banyak masyarakat yang menggunakan jasa keuangan tanpa memahami produk atau jasa keuangan yang mereka gunakan.

Dalam beberapa kasus Financial Knowledge terdapat individu dengan perilaku keuangan yang tidak baik, cenderung memiliki masalah dalam menggunakan dana yang mereka miliki, seperti tidak mengkontrol belanja, berinvestasi tanpa menganalisa dan tidak mencatat pengeluaran. Menrutu Suryanto, (2017) Perilaku individu seperti itu dapat dikatakan bahwa perilaku mereka dalam membelanjakan uang tergantung pengetahuan keuangan (financial Knowledge) yang individu itu miliki. Pengetahuan keuangan anak berasal dari pendidikan dari keluarga, orang tua yang memiliki Pendidikan yang rendah terhadap keuangan akan kesulitan mengajarkan Pendidikan keuangan kepada anaknya sehingga anak akan memiliki pengetahuan yang rendah terkait finansial.

Ada beberapa cara yang dilakukan untuk meningkatkan literasi keuangan pada individu antara lain yaitu sebagai berikut:

  1. Menyusun penganggaran (Budgeting)

Melalui penyusunan anggaran, menjadi salah satu solusi yang efektif. individu mampu mengetahui seberapa besar uang masuk dan keluar. Individu dapat mengambil keputusan yang rasional dengan mengetahui apakah kondisi keuangan dalam keadaan baik atau tidak.

  1. Menentukan Tujuan

Individu memiliki pemahanan terkait keuangan yang baik, memiliki kepahaman terhadap pentingnya menabung untuk masa depan. generasi z diwajibkan memiliki tujuan yang jelas seperti menabung. Menabung dapat bermanfaat bagi kaum generasi Z dengan menyisihkan uang mereka dan tidak semena-mena mengeluarkan uang untuk keinginan yang tidak penting.

  1.  Memanfaatkan tekonologi keuangan

Memanfaatkan platform digital berbasis keuangan menjadi salah satu solusi yang baik. Platform digital memiliki fitur yang disediakan seperti pemantauan terhadap pengeluaran dan pemasukan, pemberitahuan yang signifikan melalui email, serta menejemen portofolio investasi. Platform digital akan mempermudah pekerjaan seseoang dalam mengatur keuangan mereka.

  1. Mengevaluasi

Individu diharapkan mampu memahami dan rutin memeriksa keuangan yang mereka miliki. mengevaluasi laporan keuangan secara berkala untuk melihat apakah uang keluar dan masuk serta investasi sesuai dengan tujuan. kita dapat mengetahui masuk dan keluarnya uang yang kita miliki sehingga kita dapat mengambil keputusan dengan baik.

  1. Diskusi

Kita dapat berkomunikasi dengan orang terdekat seperti pasangan, keluarga atau komunitas untuk membahas terkait literasi keuangan. Diskusi diperlukan untuk memberikan saran dan berbagi pengalaman serta ilmu terkait keuangan. Melalui diskusi, individu dapat memperoleh informasi tambaan, dan lebih dalam memahami tentang keuangan.

Financial attitude merupakan suatu kadaan pikiran, pendapat, penilaian terhadap keuangan. Financial attitude memiliki peran yang sangat penting dalam kesuksesan dan kegagalan individu dalam menjalankan keuangan, dikarenakan hal tersebut dianggap sebagai pengaruh psikologis yang di ekspresikan Ketika melakukan evaluasi dalam menentukan persetujuan dan ketidaksetujuan. Menurut Listiani, (2017) financial attitude dapat membentuk cara individu untuk menghabiskan, menyimpan, menimbun, dan membuat uang. Apabila seorang individu memiliki financial attitude yang buruk, maka akan berpengaruh terhadap perilaku keuangan yang dimiliki individu tersebut dalam memecahkan masalah terkait kuangan. Financial attitude akan membantu para generasi Z dalam memilih cara berperilaku terkait pengelolaan dan membuat keputusan terhadap perilaku keuangan.

Menurut Herdjiono dan Damanik, (2016) terdapat beberapa Indikator yang dapat mengukur sikap keuangan individu adalah sebagai berikut:

  1. Obsession, merujuk pada memahami pola pikir individu tentang masa depan untuk mengelola uang dengan baik
  2. Power, merujuk pada menggunakan uang sebagai kekuatan dalam mengendalikan dan menyelesaikan masalah
  3. Effort, merujuk pada individu merasa pantas mendapatkan uang setelah apa yang dikorbankan untuk bekerja
  4. Retention, merujuk padai ndividu memiliki kecenderungan untuk berhemat tidak mengehabiskan uangnya
  5. Security, merujuk pada individu memiliki pola pikir jaman dulu (kuno) dengan menyimpan uang secara pribadi tanpa bantuan bank atau di investasikan.

KESIMPULAN
Di masa era globalisasi generasi muda melek dan paham terhadap keuangan. Perilaku keuangan menjadi suatu perilaku yang sangat penting, dengan melek terhadap finansial seseorang dapat bisa menata keuangan yang mereka miliki agar dapat disiapkan untuk masa depan yang lebih baik. Generasi Z diharapkan mampu memperhatikan financial literacy, financial knowledge dan, financial attitude untuk menghindari kerugian dan kegagalan dalam menabung maupun berinvestasi.

REKOMENDASI
Generasi muda jaman sekarang sudah banyak yang memiliki akses pada teknologi sehingga mampu menerima informasi dengan mudah. Pemanfaatan teknologi di masa sekarang harus lebih efektif digunakan bagi Gen Z, peningkatan indeks literasi keuangan dan inklusi keuangan pada tahun 2022 menjadi salah satu tren positif. Generasi z harus lebih memahami tentang produk dan jasa keuangan yang mereka gunakan agar terhindar dari masalah-masalah keuangan di masa depan.

DAFTAR PUSTAKA
Anwar, M. R. F., & Leon, F. M. (2022). FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FINANCIAL BEHAVIOR PADA GENERASI Z DI DKI JAKARTA. Jurnal Ilmu Manajemen Saburai (JIMS), 8(2), 145-162.
Suryanto, S. (2017). Pola Perilaku Keuangan Mahasiswa Di Perguruan Tinggi. Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi, 7(1), 11-20.
Listiani, K. (2017). Pengaruh financial knowledge, locus of control dan financial attitude terhadap financial management behavior pada mahasiswa (Doctoral dissertation, STIE PERBANAS SURABAYA).
Herdjiono, M. V. I., & Damanik, L. A. (2016). Pengaruh financial attitude, financial knowledge, parental income terhadap financial management behavior. Jurnal Manajemen Teori dan Terapan, 9(3), 226-241.
https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Pages/Survei-Nasional-Literasi-dan-Inklusi-Keuangan-Tahun-2022.aspx
https://pluang.com/id/blog/news-analysis/tips-meningkatkan-konsep-literasi-keuangan

Penulis: I Gusti Agung Made Widiantara
Mahasiswa S2 Ilmu Manajemen Universitas Pendidikan Ganesha

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *