Peran Ruang Digital dalam Menjaga Pemilu Damai

Jakarta, JurnalPost.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyelenggarakan seminar online yakni Ngobrol Bareng Legislator dengan mengusung tema: “Peran Ruang Digital dalam Menjaga Pemilu Damai”. Dalam seminar Ngobrol Bareng Legislator ini, terdapat empat narasumber yang berkompeten pada bidangnya, yaitu Bapak Dr. H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si. yang saat ini menjabat sebagai Anggota Komisi I DPR RI. Narasumber kedua yakni Bapak Dr. Ir. I Nyoman Adhiarna selaku Sekretaris Direktorat Jenderal Aplikasi dan Informatika dan Bapak Dr. Achmad Maulani selaku Direktur Lembaga Kajian Kebijakan Publik. Seminar diselenggarakan pada hari Selasa, 30 Januari 2024 melalui platform zoom meeting.

Seminar Ngobrol Bareng Legislator ini merupakan acara yang diinisiasi dan didukung oleh Kementerian Kominfo, yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, dengan memiliki beberapa tujuan, diantaranya yakni untuk mendorong masyarakat agar mengoptimalkan pemanfaatan internet sebagai sarana edukasi dan bisnis, memberdayakan masyarakat agar dapat memilah dan memilih informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat, memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat terkait pembangunan Infrastruktur TIK yang dilakukan oleh Pemerintah khususnya oleh Ditjen APTIKA, serta mewujudkan jaringan informasi serta media komunikasi dua arah antara masyarakat dengan masyarakat maupun dengan pihak lainnya. Seminar ini terdiri dari beberapa sesi, yaitu sesi pembukaan, pemaparan materi, sesi tanya jawab, dan sesi penutup.

Sesi pemaparan diawali oleh pengantar serta pembukaan yang disampaikan oleh Bapak Abdul Muhaimin Iskandar. Dalam pemaparannya, ia mengatakan bahwa sekarang ini, Indonesia tengah mengalami tantangan global yang tidak mudah untuk dilewati. Dimana Indonesia selalu menjadi ajang bagi aktor-aktor, baik ibu aktor politik, aktor ideologi, dan lain-lain. Dalam paparannya, bapak Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa sudah sepatutnya kita tidak takut dalam menghadapi ini semua. Hal ini dimaksudkan karena Indonesia merupakan negara yang kaya, baik itu secara sumber daya alam, ataupun sumber daya ideologi. Disamping itu, bapak Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan bahwa kita tidak boleh lengah. Karena dewasa ini banyak sekali ideologi yang masuk, bahkan tidak jarang ideologi masuk mengatasnamakan ideologi tertentu, atau mengatasnamakan ideologi. Oleh karena itu, penting untuk dilakukan penguatan ideologi. Selain itu, bapak Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan bahwa negara juga harus serius dalam mengurus hal-hal yang menjadi kemaslahatan bagi masyarakat. Sebagaimana diketahui bersama, kekayaan bumi, lautan dan udara dipergunakan untuk kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, kita (khususnya) kawula muda harus betul-betul mempersiapkan diri untuk menjadi bangsa yang merdeka dalam arti yang sesungguhnya, yakni tidak bergantung pada pihak luar.

Selanjutnya dalam sesi ini, pemaparan disampaikan oleh bapak I Nyoman Adhiarna selaku sekretaris direktorat jenderal aplikasi dan informatika. Sebelum membuka sesi pemaparan materi, bapak Nyoman pertama-tama mengungkapkan data tentang dunia digital, diantaranya adalah sebanyak 78,19% dari populasi di Indonesia menggunakan digital. Berangkat dari itu, dunia digital sekarang ini merupakan salah satu instrumen penting dalam perumusan kebijakan bagi pemerintah. Dalam pemaparannya ia menyampaikan bahwa pemerintah saat ini sedang mengembangkan program literasi digital. Bapak Nyoman mengatakan bahwa literasi digital merupakan kemampuan individu untuk mengakses, memahami, membuat, mengomunikasikan, dan mengevaluasi informasi melalui teknologi digital. Dalam pemaparannya, dijelaskan pula mengapa literasi digital dinilai sangat perlu untuk dihadirkan, salah satunya adalah kebutuhan akan talenta digital, adanya kemungkinan potensi keterbukaan lapangan kerja oleh UMKM Digital, posisi pekerjaan yang tergantikan, dan lain-lain. Disamping itu, bapak Nyoman juga mengatakan bahwa literasi digital dapat diwujudkan guna menciptakan internet sehat. Yang pertama yang harus dilakukan antara lain adalah menyaring dan menyebarkan informasi yang valid kebenarannya, menjaga privasi dan keamanan di ruang digital, bersosialisasi di media sosial dengan cara yang bijak, dan yang terakhir adalah membuat serta menyebarkan konten positif dan kreatif.

Narasumber terakhir adalah bapak Dr. Achmad Maulani. Untuk membuka sesi pemaparannya, ia pertama-tama mengemukakan suatu dasar argumentasi yang menyatakan bahwa tidak ada demokrasi tanpa politik dan tidak ada politik tanpa partai. Dalam case di Indonesia, cara memilih pemimpin adalah salah satunya adalah dilakukan mekanisme pemilihan umum. Bapak Achmad Maulani mengatakan bahwa untuk menciptakan suatu pemilu yang damai bisa dilakukan dengan salah satunya adalah jangan menyebarkan berita soal pemilu yang bernada tendensius. Disamping itu, pemilu yang damai diperlukan agar masyarakat bisa menilai calon yang akan dipilihnya secara lebih substantif. Guna mewujudkan hal tersebut, bapak Achmad Maulani mengatakan bahwa kaum milenial-lah yang sangat cocok untuk bisa menjadi duta pemilu damai. Hal ini berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang mengatakan bahwa generasi milenial yang akan menjadi generasi yang mayoritas dalam struktur demografi Indonesia. Inilah yang disebut dengan bonus demografi. Disamping itu, bapak Achmad Maulani juga menegaskan bahwa hal ini didukung dengan perilaku milenial, diantaranya: (1) Kecanduan internet; (2) Mudah pindah ke lain hati; (3) Bisa apa saja; (4) Kerja cerdas dan rapi; dan lain-lain. Bapak Achmad Maulani juga mengatakan bahwa pembentukan karakter bangsa tidak akan pernah lahir dari ruang hampa. Melainkan ia selalu berpijak pada nilai-nilai dan akar tradisi yang berakar kuat dalam masyarakat. Dalam hal ini, Indonesia memiliki modal sosial yang begitu kuat dalam membangun karakter dan jati diri yang baik. Membangun karakter bangsa harus dimulai dari kesadaran bahwa solidaritas kebangsaan dalam perjalanan sejarah bangs aini ternyata mampu menjadikan Indonesia menjadi rumah yang damai serta nyaman bagi berkembangnya kemajemukan yang ada.

Seluruh peserta terlihat begitu kondusif dan juga aktif dalam menyimak materi yang dipaparkan oleh para narasumber, Setelah pemaparan materi dari ketiga narasumber, moderator memfasilitasi untuk sesi tanya jawab. Begitu banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh para peserta kepada para narasumber.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *