Perjalanan Menikmati Keindahan Kota Kediri dari atas Gunung Wilis

Oleh : Nadia Arta Mevia (Mahasiswa Komunikasi Digtial Dan Media, Sekolah Vokasi IPB University)

JurnalPost.com – Traveling merupakan salah satu kegiatan yang banyak digemari semua kalangan. Ada banyak cara untuk menikmati traveling seperti menikmati keindahan alam dengan berjemur dipantai, camping digunung, dan masih banyak lagi. Kali ini sedikit cerita yang ingin saya bagikan, yaitu perjalanan pertama saya camping di atas ketinggian Kota Kediri yaitu di Gunung Wilis. Di Kabupaten Kediri tepatnya daerah Mojo, terdapat salah satu tempat yang bernuansakan alam, dimana tempat tersebut menjadi salah satu bumi perkemahan yang terbuka untuk umum bernama Gazebo Wilis.

Pada liburan tahun baru, saya mencoba hal baru yaitu menikmati liburan tahun baru dengan camping di atas Gunung Wilis. Beberapa destinasi untuk menikmati liburaan sudah pernah saya coba, seperti berlibur ke pantai, taman wisata, dan beberapa wisata lainnya. Kemudian untuk menikmati liburan tahun baru kali ini, teman saya Azza Rokhana merekomendasikan untuk menikmati keindahan Kota Kediri dari atas ketinggian. Kebetulan pada saat itu terdapat salah satu organisasi pecinta alam bernama Movement Outdoor membuka open trip untuk camping di Gazebo Wilis, kemudian saya dan Azza teman saya memutuskan untuk mendaftar pada open trip tersebut.

Kegiatan camping dimulai pada hari Sabtu, 23 Desember 2023. Kami memulai perjalanan dari rumah pada pukul 15:00 WIB dengan menggunakan sepeda motor, dikarenakan dari pihak penyelenggara hanya menyediakan tenda saja, maka kami memutuskan untuk menyewa sleepingbag sebelum berangkat naik, untuk tidur agar tidak kedinginan pada malam hari. Setelah menyewa dua sleepingbag ditempat penyewaan alat pendakian, kami mulai melakukan perjalanan naik menuju Gazebo Wilis. Perjalanan menuju Gazebo Wilis sendiri dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan bermotor, baik sepeda motor maupun mobil. Kami memilih rute melalui Kecamatan Semen, Kemudian dilanjutkan menuju Selopanggung, Besuki, dan sampai di Lereng Gunung Wilis.

Pada saat itu kabut sudah mulai turun, tetapi kami masih berada di daerah Besuki, dimana pada saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 17:10 WIB tetapi kami masih dijalan dimana disebelah kanan merupakan hutan pinus dan sebelah kiri merupakan jurang, kami tidak mempercepat laju kendaraan, karena melihat keadaan jalan yang licin, menanjak dan berkelok, ditambah dengan kabut yang membuat jarak pandang minipis. Karena ini perjalanan pertama kami menuju Gazebo Wilis yang dimana itu berada di Lereng Gunung Wilis, kami mengikuti setiap rambu-rambu yang ada agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, dan kami juga lebih mengutamakan keselamatan. Selama perjalanan kami tidak mendapatkan sinyal sama sekali, sehingga kami tidak dapat melihat maps. Beberapakali kami bertanya pada warga sekitar untuk menunjukkan jalan, warga sekitar begitu ramah ketika kami tanyai, kami juga diberikan beberapa pesan ketika berpamitan agar tetap hati-hati dan berdoa setiap jalan.

Pada pukul 17:30 kami sampai di Gazebo Wilis, kami mulai memakirkan kendaraan, dan menurunkan beberapa perlengkapan yang kami bawa, peserta camping sudah banyak yang berkumpul dan menyiapkan tenda mereka masing-masing, dalam satu tenda diisi mulai dari 5 hingga 6 orang. Saya dan rekan saya kebetulan satu tenda dengan rombongan dari Pare, Kabupaten Kediri. Sesampainya di tenda, saya dan rekan saya mulai menyiapkan tenda kami, menata sleepingbag untuk tidur dan beberapa perlengkapan lain. Setelah selesai merapikan dalam tenda, kami melaksanakan sholat magrib berjamaah dengan peserta open trip dengan beralaskan terpal dihalaman tenda peserta. Setelah melaksanakan sholat berjamaah, kami makan malam bersama, makanan sudah disiapkan dari penyelenggara, setelah makan bersama, kami melaksanakan sholat isya’ berjamaah.

Setelah melaksanakan kewajiban sebagai umat beragama, dan menyelesaikan kegiatan makan malam, kami memasuki acara inti, kami berkumpul bersama di depan tenda dengan semua peserta camping. Satu per satu dari kami diminta maju kedepan untuk memperkenalkan diri, peserta yang mendaftar tidak hanya dari Kota Kediri saja, tetapi ada beberapa yang berasal dari Kabupaten dan bahkan luar kota. Setelah perkenalan diri, kami bermain beberapa game, bernyanyi bersama, berkealan dengan peserta lain, dan masih banyak lagi. Namun sangat disayangkan tiba-tiba hujan turun, sehingga membuat acara berkumpul disudahi dan masing-masing peserta dipersilahkan untuk masuk ke tenda atau melakukan kegiatan bebas.

Saya dan teman saya kembali kedalam tenda, didalam tenda kami saling bercerita dan memakan beberapa camilan yang kita bawa. Tak lama kemudian hujan muali reda dan hanya tinggal rintik-rintik saja, saya dan teman saya Azza memutuskan untuk keluar tenda dan berjalan jalan disekitar tenda. Ketika kami asik berjalan-jalan sambil melihat keadaan diluar, tiba-tiba kami dipanggil oleh rombongan lain, dan diminta untuk bergabung dengan mereka, yang dimana pada saat itu nereka sednag berkumpul diluar tenda mereka dan menyeduh minuman hangat. Saya dan teman saya pun menghampiri mereka.

Kami pun berkenalan dan saling bercerita, rombongan mereka sendiri ternyata berasal dari Kabupaten Kediri yaitu Gurah. Saya sempat menanyakan beberapa pertanyaan, saya bertanya apakah ini kali pertama mereka camping di gunung, salah satu dari mereka menjawab “Ini bukan kali pertama saya camping di gunung, kami memang sudah sering camping di gunung, dan ini sudah kali ketiga kami camping di Gazebo Wilis” ujar Ali. Kemudian saya bertanya kembali, apakah memang di sini sering sekali digunakan sebagai tempat camping umum, kemudian apakah memang selalu hujan, karena berdasarkan beberapa pengalaman dari teman dekat bahkan kakak saya, ketika bercamping di Gazebo Wilis turun hujan. Salah satu dari mereka pun menjawab “Iya disini memang sering digunakan sebagai area camping dan bahkan dibuka sebagai percampingan, disini tidak selalu hujan, hanya ketika musim hujan saja curah hujannya memang tinggi, tetapi disini memang sering gerimis kecil yang disebabkan karena embun atau kabut” ujar Wahyu.

Kami bercengkrama cukup lama, sambil menyantap cemilan dan minuman hangat, saya dan teman saya mendapatkan banyak cerita dan pengalaman baru dari Ali, Wahyu, dan teman-temannya. Walaupun umur mereka lebih muda dibandingkan saya dan Azza, tetapi mereka memiliki pengalaman yang lebih banyak tentang pendakian dan camping di gunung, dibandingkan saya dan Azza. Saya dan Azza juga diberikan beberapa tips bagaimana prosedur yang baik ketika camping digunung, seperti membawa obat-obatan, menggunakan baju yang tebal, dan perlengkapan apa saja yang harus dibawa. Kami berbincang-bincang hingga pukul 2 pagi, karena saya dan teman saya sudah merasakan kantuk, kami pun memutuskan untuk Kembali ke tenda dan tidur.

Saya dan teman saya bangun pada pukul 5 pagi, kami pun pergi untuk membersihkan muka dan mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat subuh, karena pada saat itu udara terasa begitu dingin, kami pun memutuskan untuk melaksanakan sholat di dalam tenda secara bergantian. Setelah melaksanakan sholat subuh, saya dan teman saya memutuskan untuk duduk-duduk didepan tenda sembari memakan roti dan juga susu sebagai sarapan. Tak lama kemudian, teman-teman Ali, yaitu Mungin, Pras, Fajar, Dewi, dan Putri menghampiri kami, dan mengajak kami untuk melihat matahari terbit di tempat yang lebih tinggi dari tempat kami membangun tenda. Disitu kami disuguhkan pemandangan yang begitu indah, terlihat beberapa bukit-bukit. Hamparan awan dan yang pasti pemandangan ketika matahari terbit. Kami pun mengabadikan beberpa momen diatas, berfoto bersama dan mengambil beberapa video. Ali dan Wahyu tidak ikut naik keatas karena mereka sedang membongkar tenda.

Setelah puas menikmati pemandangan diatas, kami pun memutuskan untuk turun membantu Ali dan Wahyu untuk membereskan tenda. Setelah selesai membereskan tenda, kami pun diminta untuk berkumpul untuk acara penutup dan juga mengambil dokumentasi bersama. Saya, Azza, dan teman-teman lainnya akhirnya berpisah di parkiran, kami jugasempat bertukar nomor telepon. Saya memulai perjalanan pulang pada kurang lebih pukul 7 pagi. Pada saat pulang, giliran saya yang membawa menyetir sepeda motor. Namun tanpa diduga ketika ditengah perjalanan, kami kehabisan bensin. Keadaan saat itu disekitar kami hanya ada pepohonan pinus dan juga jurang. Tetapi Nasib baik, terdapat warga sekitar yang hendak mencari rumput membantu kami untuk membawakan bensin. Disitu kami sangat bersyukur dan berterimakasih kepada warga yang membantu kami.

Kurang lebih pukul 10 pagi, kami sudah sampai dibawah dan sudah memasuki jalanan kota, sebelum Kembali ke rumah, kami terlebih dahulu mengembalikan sleepingbag yang kami sewa. Setelah mengembalikan sleepingbag kami pun melanjutkan perjalanan pulang ke rumah,dan akhirnya kami tiba dirumah pada pukul 10:30 WIB. Pengalaman pertama saya camping di Lereng Gunung Wilis menjadi pengalaman yang begitu berkesan bagi saya. Banyak Pelajaran yang dapat saya ambil, tentang kebersamaan, gotong-royong, dan juga kepedulian, semuanya saya dapat ketika perjalanan ini. Begitu banyak orang baik yang saya temui, tidak peduli dari mana, siapa, semua saling membantu. Sosialisasi juga terjalin dengan baik dari kegiatan camping ini. Saya tidak akan pernah dengan perjalanan pertama saya camping di Gazebo Wilis. Dan saya ingin Kembali lagi melakukan perjalanan ini.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *