PMM UMM Edukasi Penguatan Kesehatan Mental dan Emosional

JurnalPost.com – Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Malang (DPPM-UMM) telah menggelar kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) pada bulan Januari hingga Februari 2024. Kegiatan ini diikuti oleh Kelompok 57 Gelombang 3, dilaksanakan di SMP Islam Bani Hasyim, Perum Persada Bhayangkara Singhasari, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Topik utama yang diangkat oleh kelompok ini adalah pemahaman tentang kesehatan mental secara mendasar terutama untuk individu di usia remaja awal.

Salah satu program unggulan dari kelompok ini adalah psikoedukasi tentang penguatan kesehatan mental dan emosional. Psikoedukasi ini membahas pentingnya memiliki kesehatan mental atau “good mental health” secara dasar yang mudah difahami serta disesuaikan dengan usia siswa SMP yaitu di usia remaja awal. Dalam konteks ini, dijelaskan pula beberapa cara untuk meningkatkan kesehatan mental, cara mengenal emosi dan stres, termasuk konsep self-love dan regulasi emosi yang baik. Pemberian psikoedukasi tersebut terbagi menjadi beberapa kali pertemuan, untuk materi good mental health disampaikan di hari ke 18 dan 19, sementara untuk materi regulasi emosi disampaikan di hari ke 20, dan yang terakhir materi coping stress pada hari ke 24.

Penguatan kesehatan mental dan regulasi emosional pada siswa SMP dianggap sebagai aspek penting dalam dunia pendidikan. Masa remaja, sebagai tahap perkembangan yang penuh tantangan, membutuhkan perhatian khusus terhadap kesejahteraan mental siswa. Dalam rangka psikoedukasi, kelompok ini memberikan keterampilan konkret bagi siswa dalam mengelola emosi. Ini mencakup strategi regulasi emosional, termasuk teknik relaksasi, meditasi, dan latihan pernapasan. Dengan memperoleh keterampilan ini, diharapkan siswa dapat mengatasi stres dan kecemasan dengan lebih baik, berdampak positif pada kesejahteraan mereka secara menyeluruh.

Kaitannya dengan prestasi akademis, siswa diajak untuk menyadari dampak kesehatan mental pada hasil belajar. Kecemasan, depresi, atau stres yang tidak terkelola dapat merugikan kinerja siswa. Dalam konteks ini, guru dianggap sebagai elemen kunci dalam membantu siswa mengembangkan regulasi emosional. Dengan mendengarkan, memberikan panduan positif, dan membuka saluran komunikasi, guru diharapkan dapat menjadi mentor emosional bagi siswa. Kerjasama dengan orang tua juga dipandang sebagai elemen penting dalam upaya penguatan kesehatan mental. Dengan melibatkan orang tua, diharapkan sekolah dapat menciptakan dukungan yang lebih luas dan konsisten bagi siswa.

Sebagai penutup, penting untuk dicatat bahwa seseorang yang memiliki regulasi emosi yang baik cenderung lebih mampu mengelola dan mengendalikan emosinya secara efektif. Mengelola emosi dengan baik berdampak positif pada kesehatan mental secara keseluruhan. Oleh karena itu, pembahasan mengenai penguatan kesehatan mental dan emosional yang diangkat oleh PMM UMM Kelompok 57 gelombang 3 diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan peduli siswa terhadap kesehatan mental karena kebanyakan individu cenderung hanya memfokuskan perhatian pada kesehatan fisik. Namun, seharusnya diakui bahwa keduanya memiliki peran yang sama-sama penting dalam kehidupan sehari-hari.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *