QRIS Antarnegara, Pengikis Hegemoni Dolar AS

Angin segar perubahan semakin kencang berhembus saat sistem pembayaran antara Indonesia dan Singapura resmi terkoneksi. Sebelumnya, Indonesia, Thailand dan Malaysia telah lebih dulu terhubung melalui QRIS cross-border. Keberadaan QRIS menjadi game changer yang mempersatukan ASEAN, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.

***

JurnalPost.com – Dewasa ini, ASEAN seakan kehilangan arah dan tujuan yang jelas. Senada dengan statement Presiden Jokowi pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN silam, relevansi ASEAN dipertanyakan menghadapi berbagai tantangan terkini dan masa depan. Ketiadaan sosok pemimpin di kawasan ASEAN disinyalir menjadi penyebabnya. Keadaan ini lantas memberi dua dampak negatif. Pertama, adanya kompetisi ekonomi antar negara ASEAN. Kedua, terjadi ketimpangan antar sektor ekonomi pada semua level.

Optimisme membuncah seiring ditunjuknya Indonesia sebagai Ketua ASEAN 2023. Kesuksesan Presidensi Indonesia pada G20 setahun silam seolah menyelipkan ‘angin segar’ di kawasan ASEAN. Ini juga momentum yang tepat bagi Indonesia untuk menyatukan ASEAN sekaligus meluncurkan senjata ampuhnya.

Event KTT ASEAN 2023 seolah menjadi panggung bagi QRIS cross-border. Kehadirannya memberikan stimulus positif: transaksi lintas negara menjadi lebih mudah, hanya bermodalkan QR code saja. Inisiatif ini pun meraih sambutan yang sangat positif. Pemilihan QR code sebagai media integrasi ekonomi dinilai cermat, ditinjau dari hasil penelitian Mastercard yang mendapuk QR code sebagai metode pembayaran paling populer di Asia Pasifik saat ini.

Implementasi QRIS cross-border telah dimulai lebih dulu di Thailand dan Malaysia. Sementara per 17 November kemarin, QRIS sudah resmi bisa digunakan untuk berbelanja di Singapura. Selanjutnya, beberapa negara anggota ASEAN lain juga telah menunjukkan ketertarikan. Peran krusial Indonesia sebagai Ketua ASEAN semakin nyata. ASEAN dibawa berlari kencang mengakselerasi pemulihan ekonomi pascapandemi covid-19, sembari menakhodai ASEAN agar lebih substansial bagi rakyat di kawasan maupun dunia.

Bank Indonesia patut berbangga hati. Senjata ciptaannya mampu menjadi ‘oase di padang pasir’. Menyatukan ASEAN yang sebelumnya tercerai-berai. Bermodal sebuah kode QR, namun dapat digunakan di seluruh wilayah ASEAN. Regional Payment Connectivity (RPC) ini juga akan menjadi nilai tambah bagi wisatawan non-ASEAN. Berkelana ke beberapa negara ASEAN, tanpa harus menukarkan uang di money changer.

Tak cukup sampai itu. Per 17 Agustus 2023 silam, QRIS TUNTAS juga resmi diperkenalkan. QRIS TUNTAS merupakan bentuk upgrade dari fitur QRIS yang dapat digunakan untuk transaksi tarik tunai, transfer, dan setor tunai. Pekerja imigran pun mendapat berkah berupa remitansi yang terfasilitasi. Setali tiga uang, ini selaras dengan target pemerintah mencapai inklusi keuangan 90 persen pada 2024.

Selanjutnya, kehadiran QRIS TUNTAS dan QRIS cross-border di kawasan ASEAN diharapkan menjadi ‘game changer’. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika tepat menggambarkan peran QRIS di ASEAN. Ya, berbeda-beda tetap satu jua berkat QRIS. Dari perspektif makro, efek domino yang dihadirkan berupa eskalasi pertumbuhan ekonomi ASEAN.

***

Bak pepatah, bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Untuk itu, Indonesia memerlukan upaya konkrit dari semua anggota ASEAN untuk terus bersinergi dan berkolaborasi. Mengakselerasi “senjata” berwujud konektivitas sistem pembayaran antar negara ASEAN. Di bawah komando sang Ketua ASEAN, sebuah harapan besar mencuat. ASEAN berdiri di kakinya sendiri, tidak lagi bergantung pada dolar AS.

*Tulisan di atas merupakan opini pribadi

Penulis: Hendy Pebrian Azano Ramadhan Putra
Pekerjaan: Pegawai Bank Indonesia

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *