Sephine Jhuangger : Perjalanan Seorang Wanita Cantik dalam Dunia Bisnis

Oleh: Indah Ratna Dewi (Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB University)

JurnalPost.com – Sephine Jhuangger, seorang wanita berusia 24 tahun yang lahir pada tanggal 25 September 1999, adalah contoh nyata dari keberhasilan semangat dan ketekunan dalam meraih mimpi. Sebagai mahasiswa lulusan Desain Komunikasi Visual di Universitas Bina Nusantara Kemanggisan, Sephine memiliki keahlian dalam dunia desain yang telah menjadi bagian dari proses bisnisnya.

Di usia yang masih sangat muda, Sephine telah menunjukkan bakatnya dalam dunia usaha. Dengan keahliannya dalam desain, ia mampu membuat dan mengedit produk-produk bisnisnya sendiri. Tak hanya itu, ia juga menjadi pengusaha yang terjun langsung dalam mengelola bisnisnya serta melayani pelanggan dengan baik. Selain berkecimpung dalam dunia bisnis, Sephine memiliki hobi olahraga yang masih cukup aktif hingga saat ini, terutama dalam berkuda dan golf. Bahkan, Sephine pernah mengikuti kompetisi berkuda dan golf yang menunjukkan dedikasinya dalam mencapai prestasi di bidang yang dicintainya.

Perjalanan Sephine dalam dunia bisnis dimulai dengan mendirikan Lashroom. Awalnya, Lashroom didirikan untuk menghasilkan uang tambahan guna membiayai kebutuhan sehari-hari, terutama karena biaya kuliah Desain Komunikasi Visual yang sering kali melampaui anggaran yang dimilikinya. Dengan keyakinannya, ia mengikuti kursus eyelash extensions meskipun dihadang oleh larangan orang tua untuk fokus pada kuliah, Sephine tidak menyerah dan terus meneruskan usahanya. Sampai pada saat ia telah mahir, ia memutuskan membuat nama usahanya sendiri yaitu “Lashroom” pada tahun 2019. Nama ini dipilih karena awalnya Sephine hanya memasang eyelash extension di ruangan kosannya sendiri.

Kendala demi kendala ia lewati, Sephine berhasil menjalankan Lashroom dengan baik selama hampir dua tahun. Meskipun pada tahun 2021 Lashlift sempat buka tutup akibat pandemi covid – 19. Ia bahkan terus mengembangkan keahliannya dengan mengikuti berbagai kursus, seperti lashlift, sulam, dan nailart pada tahun 2021. Meskipun ia mengalami kesulitan dalam mendapatkan modal usaha, Sephine tidak pernah menyerah. “Aku sempet minta modal usaha ke papa mama, tapi ya ga dikasih karena aku belum lulus kuliah pada saat itu.” Ucapnya.

Namun, berkat kesungguhan Sephine dalam membangun usaha, pada akhirnya ibunya menjual mobilnya untuk memberikan modal usaha kepada Sephine saat ia sedang menyelesaikan skripsi. Tanpa pikir panjang, Sephine menggunakan uang tersebut sebagai modal awal dalam membangun studio lashlift impiannya, yang saat ini dikenal sebagai studio Lashroom. Beriringan dengan usahanya tersebut, ia juga memiliki usaha lain yaitu ayam ternak, namun harus diberhentikan karena beberapa alasan pada tahun 2023.

Perjalanan Sephine tidak selalu mulus. Ia menghadapi berbagai masalah terutama faktor kurangnya SDM. Ia melakukan semuanya sendiri, mulai dari pemilihan tempat, dekorasi, perekrutan karyawan, strategi pemasaran, desain, dan lain lain. Sephine juga berusaha untuk terus belajar dan mengembangkan diri, dan menghadapi tantangan dengan kesabaran dan keyakinan diri. Tak jarang Sephine ingin berhenti di proses perjalanannya, “hal yang paling berat tuh ya lawan diri sendiri, apalagi di usia yang masih muda, masih pengen main sama temen-temen tanpa harus ribet. Tapi ya balik lagi, kesempatan ga dateng dua kali” tegas Sephine. Ia juga memiliki keyakinan yang kuat bahwa konsistensi dan kesabaran adalah kunci kesuksesan dalam bisnis.

Target lashroom yaitu mahasiswa dan pegawai. Sephine ingin menghiglight bahwa semua orang dapat datang ke lashroom tanpa takut treatment dengan harga mahal. Sephine menekankan bagaimana semua orang dapat merasakan treatment dengan kualitas baik dan mendapatkan impression yang baik namun dengan harga seminim mungkin. Ia selalu menerapkan kepada semua karyawannya tentang professionalitas dalam bekerja, seperti mengontrol suasana hati ketika sedang melayani customer dan selalu tersenyum, karena menurutnya, manner adalah prioritas dan menjadi peluang untuk customer akan kembali lagi ke tempatnya.

Tak berhenti disana, saat ini Sephine juga tergabung dalam bisnis Coffeshop Samsara yang didirikan oleh beberapa rekannya pada tahun 2023. Sekitar bulan Februari dan Maret, Sephine mendapatkan tawaran ini. Melihat peluang yang besar dan potensial, Sephine memutuskan untuk bergabung kedalam bisnis yang ingin dibuka oleh rekannya, Bang Asa, sebutnya. Hingga saat ini, Samsara Coffee berdiri dan berjalan dengan baik, bahkan jauh dengan apa yang dibayangkan Sephine.

Saat ini, Sephine juga aktif dalam bisnis sampingan yang didirikan oleh kakak sepupunya, yaitu dalam bidang vape yang bernama Palleo. Dengan semangat dan ketekunan yang dimilikinya, Sephine merupakan contoh inspiratif bagi para pemuda dalam meraih mimpi dan bagaimana menghadapi tantangan dalam dunia bisnis.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *