Sleep Texting: Fenomena Chatting Dalam Tidur

Ilustrasi mengirim pesan saat tidur (sumber: Canva)

JurnalPost.com – Siapa yang pernah mendapat pesan atau chat dari teman di malam hari, tetapi teman kita tidak sadar kalau mengirim pesan tersebut? Atau mungkin pernah mengalami sendiri kejadian seperti ini? Tiba-tiba mendapat notifikasi balasan pesan dari teman, tetapi tidak sadar kalau sebelumnya mengirim pesan ke teman. Lantas, siapa yang mengirim pesan tersebut? Namun, tidak mungkin kalau bukan diri sendiri sebagai pemilik ponsel yang mengirim pesan. Jangan-jangan…

Eits, tenang dulu! Tahukah kalian kalau ternyata fenomena ini ada namanya, lho! Fenomena ini dinamakan sleep texting. Sesuai dengan namanya, orang-orang mengetik pesan saat tidur. Wah, kok bisa, sih? Untuk penjelasan lebih lanjut, yuk simak di bawah ini!

Apa Itu Sleep Texting?

Ilustrasi sleep texting (sumber: Penulis)

Sleep texting adalah fenomena ketika seseorang mengirim pesan melalui ponsel saat sedang tidur. Selama mengetik atau mengirim pesan, pengirim pesan tidak sadar karena dalam kondisi tidur. Pengirim pesan baru menyadari kejadian ini saat bangun tidur. Sleep texting terjadi karena ada akses mudah untuk menggunakan ponsel, misalkan ponsel diletakkan di kasur atau di meja dekat kasur.

Bagaimana Sleep Texting Terjadi?

Ilustrasi membalas pesan dari teman setelah mendapat notifikasi (sumber: Canva)

Umumnya, sleep texting terjadi saat mendengar notifikasi pesan baru. Dalam keadaan sadar, ketika mendapat notifikasi akan langsung membalas pesan tersebut. Membalas pesan saat mendapat notifikasi sudah menjadi kebiasaan atau perilaku otomatis. Jadi saat mendengar notifikasi, secara tak sadar orang yang tidur akan mengirimkan pesan sebagai bentuk balasan.

Itulah mengapa pesan yang dikirim hanya berupa pesan singkat tidak jelas atau penuh typo. Pesan yang dikirim bisa melenceng dari apa yang sebelumnya dibahas karena membalas dalam keadaan tak sadar. Namun, ada kemungkinan pengirim pesan mengirimkan pesan yang jelas seperti orang sadar sepenuhnya. Walau tentu saja kemungkinan tersebut kecil karena umumnya pesan sleep texting tidak jelas.

Beberapa ahli menduga bahwa sleep texting termasuk ke dalam parasomnia. Parasomnia adalah salah satu gangguan tidur yang sering dialami oleh manusia. Sleep texting tidak separah parasomnia lainnya, tetapi memiliki beberapa karakteristik sama. Orang yang mengalami parasomnia tidak ingat tentang apa yang mereka lakukan saat tidur.

Parasomnia dan Sleep Texting

Parasomnia adalah jenis gangguan tidur yang terjadi karena adanya disfungsi medis dari pola tidur individu. Parasomnia meliputi emosi, mimpi, tingkah laku, dan gerakan abnormal yang terjadi saat tahapan mau tidur, sedang tidur atau saat bangun tidur. Umumnya, parasomnia terjadi pada anak-anak, tetapi bisa terjadi pada orang dewasa juga. Parasomnia terjadi berdasarkan waktu siklus tidur yaitu non-rapid eye movement (NREM) sleep dan rapid eye movement (REM) sleep.

NREM sleep sering disebut juga sebagai tidur ayam karena tubuh berada di antara sadar dan setengah sadar. NREM sleep terbagi menjadi beberapa tahapan: NREM 1 adalah tahapan transisi antara bangun dan mau tidur. Tahapan ini merupakan tahapan pertama dari tidur, biasanya memerlukan beberapa menit; NREM 2 adalah periode tidur atau disebut juga sebagai tahapan tidur ringan; NREM 3 dan 4 terjadi saat paruh pertama malam hari. Tahapan ini biasa disebut sebagai slow waves sleep karena pada tahapan ini dapat membuat seseorang tidur nyenyak.

Sedangkan REM sleep adalah tahapan ketika mimpi terjadi. REM sleep ditandai dengan otot rileks, gerakan mata yang cepat, dan peningkatan aktivitas otak. Selama REM sleep, aktivitas otak sama dengan aktivitas otak ketika bangun. Biasanya manusia bermimpi dimulai satu setengah jam setelah tertidur.

Secara umum parasomnia terbagi menjadi beberapa jenis yaitu disorders from NREM sleep, disorders with REM sleep, dan other parasomnias. Pada disorders from NREM sleep biasanya parasomnia terjadi di NREM 3 atau 4 yang menyebabkan seseorang berperilaku dalam keadaan kurang sadar. Contoh dari disorders from NREM sleep yang umumnya diketahui adalah sleep walking dan sleep terror, sedangkan contoh disorders with REM sleep adalah nightmare.

Sejauh ini peneliti belum menemukan sleep texting terjadi saat NREM sleep atau REM sleep. Atau apakah sebenarnya sleep texting termasuk ke dalam other parasomnias? Hal ini belum diketahui karena penelitian tentang sleep texting masih tergolong sedikit. Namun, yang pasti sleep texting termasuk ke dalam salah satu gangguan tidur, yaitu parasomnia.

Cara Mencegah

Sleep texting memang tidak berbahaya, tetapi dapat menurunkan kualitas tidur. Jika kualitas tidur menurun, tentunya akan berdampak kepada kesehatan tiap individu. Tidak hanya kesehatan fisik saja, kesehatan mental pun akan terganggu. Oleh karena itu, berikut ada beberapa cara untuk mencegah sleep texting.

  1. Mematikan ponsel.

Permasalahan utama sleep texting adalah karena ponsel. Oleh sebab itu, cara termudah untuk mencegah sleep texting ialah mematikan ponsel. Dengan begitu saat tidur kita tidak akan mengirim pesan secara tak sadar. Mematikan ponsel juga dapat meminimalisasi tertekannya suatu aplikasi atau fitur dalam ponsel secara tidak sengaja.

  1. Mematikan notifikasi ponsel.

Jika tidak memungkinkan untuk mematikan ponsel dapat mematikan notifikasi sebagai bentuk alternatif. Cobalah mengaktifkan mode silent pada ponsel sebelum tidur. Lebih baik lagi jika menghidupkan mode do not disturb. Dengan begitu, ponsel akan senyap dari notifikasi.

  1. Meletakkan ponsel jauh dari tempat tidur.

Jika cara pertama dan kedua tidak memungkinkan, hal ini dapat dilakukan. Dengan begitu orang yang tidur tidak akan mendengar notifikasi berbunyi lalu membalas pesan saat itu juga. Selain itu, tidur dekat ponsel memang tidak baik karena dapat mengakibatkan seseorang terus-menerus bermain ponsel. Akibatnya orang tersebut tidak tidur.

  1. Tidak memainkan ponsel sebelum tidur.

Menurut penelitian di Amerika menemukan data bahwa 98% dari partisipan mengirim pesan setelah pukul 20.00 dan 70% mengirim pesan di antara pukul 22.00-05.59. Dapat dilihat dari data penelitian bahwa orang-orang cenderung mengirim pesan pada jam tidur. Tentunya hal ini menyebabkan seseorang menjadi tidak tidur karena asyik chatting. Selain itu, pancaran cahaya dari ponsel akan menghambat fase REM sehingga tidur pun tidak akan berkualitas.

Oleh: Muthia Fakhira Thirafi, mahasiswa Psikologi Universitas Brawijaya

Referensi
Bartle, A. (2012). Sleep Disturbances: Managing Parasomnias in General Practice. BPJ Issue 48, 17-18. https://bpac.org.nz/BPJ/2012/november/docs/bpj_48_parasomnias_pages_16-24.pdf

Cleveland Clinic. (2023, Juni 19). Sleep: What It Is, Why It’s Important, Stages, REM & NREM. https://my.clevelandclinic.org/health/body/12148-sleep-basics

Fleetham, J. A., & Fleming, J. A. E. (2014). Parasomnias. CMAJ (8), 186, E273-E274. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4016090/

Gilpin, R. (2023, November 7). Texting in Your Sleep: Causes & Prevention. https://www.sleepadvisor.org/sleep-texting/

Peters, B. (2023, Januari 4). Is It Possible to Send Text Messages While Asleep? https://www.verywellhealth.com/is-it-possible-to-send-text-messages-while-asleep-3014943

Troxel, W. M., Hunter, G., & Scharf, D. (2015). Say “GDNT”: Frequency of Adolescent Texting at Night. Sleep Health 1 (4), 300-303. https://doi.org/10.1016/j.sleh.2015.09.006

Zaiwalla, Z. (2005). Parasomnias. Clinical Medicine (5), 2, 109-112. https://doi.org/10.1016/clinmedicine.5-2-109

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *