Teguh Prihatin: Meretas Jalan Karir dari Seni Gelandangan hingga Menjadi Coordinator Model Maker

Oleh : Najwa Aurelia (Mahasiswi Program Studi Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi, IPB University)

JurnalPost.com – Teguh Prihatin, lahir di Purwokerto pada tanggal 29 September 1970. Dari kecil, Teguh telah menunjukkan minat dan bakatnya dalam dunia seni. Pendidikan formalnya berakhir ketika ia lulus dari SMA Bina Kusuma Jakarta pada tahun 1990. Namun, takdirnya membawanya ke arah yang tak terduga saat memasuki dunia kerja.

Awal karirnya dimulai dari pekerjaan serabutan sebagai seniman gelandangan di PT Jaya Ancol, bagian dekorasi. Di sini, Teguh menghabiskan waktu dengan menggambar poster, baliho, dan mural. Bakatnya menarik perhatian pihak Ancol sehingga ia direkrut sebagai karyawan tetap pada tahun 1993. Namun, setelah beberapa tahun bekerja di sana, Teguh merasa perlu mencari peluang yang lebih baik untuk mengembangkan bakatnya.

Bakat seninya membawa Teguh ke arah yang tak terduga. Kakaknya yang bekerja di PT PAI, sebuah perusahaan konsultan arsitektur interior lanskap, melihat potensinya dalam seni dan arsitektur, mengajaknya untuk bergabung. Teguh menerima tawaran tersebut dan bergabung dengan PT PAI pada tahun 1994. Awalnya, ia hanya membantu menggambar ilustrasi, namun kemudian berkembang menjadi assistant model maker.

Meskipun tanpa latar belakang pendidikan formal di bidang arsitektur, Teguh belajar secara otodidak dan terus berlatih. Ia mempraktikkan keterampilannya langsung di lapangan sambil mendapatkan bimbingan dari senior-seniornya. Meskipun seringkali berada dalam tekanan, Teguh tidak pernah menyerah. Prinsipnya yang utama adalah keuletan dan keyakinan akan adanya keberuntungan dalam hidup.

Selama perjalanannya di PT PAI, Teguh telah menunjukkan dedikasi dan keahlian yang luar biasa. Pada tahun 1994, ia diangkat menjadi karyawan tetap dan kemudian menempati posisi sebagai coordinator model maker setelah lebih dari 20 tahun bekerja keras.

Di tengah perjalanan kariernya, Teguh mengakui bahwa pernah merasa minder karena kurangnya pendidikan formal di bidangnya. Namun, semangatnya untuk terus belajar dan berkembang membuatnya melupakan perasaan tersebut. Baginya, keahlian seseorang tidak hanya berasal dari institusi tempat mereka belajar, tetapi juga dari bakat dan ketekunan yang dimiliki.

Ia menegaskan bahwa segala sesuatu harus dijalani dengan tekun dan yakin akan rezeki yang telah diatur. Pesannya untuk tidak pernah malu dan minder, serta terus mencintai pekerjaan yang dijalani, menjadi inspirasi bagi orang yang mengenalnya.

Kisah hidup Teguh Prihatin adalah bukti nyata bahwa dengan tekad yang kuat, kesabaran, dan kepercayaan pada diri sendiri, seseorang bisa meraih kesuksesan meskipun awalnya tidak terlihat jelas jalan yang akan ditempuh. Perjalanan hidupnya merupakan cerminan dari kekuatan tekad dan bakat yang memandu langkahnya dari seorang seniman gelandangan hingga menjadi coordinator model maker yang handal.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *