TikTok Content Creator sebagai Karir yang Menjanjikan dalam Pengembangan Karir SDM

JurnalPost.com – Di era yang serba digital ini, berbagai peluang karir baru bermunculan dengan massive. Salah satu karir yang semakin populer adalah dengan menjadi seorang TikTok content creator. Hal ini tentu berkaitan dengan jumlah pengguna TikTok yang kian meningkat dari tahun ke tahun, apalagi TikTok merupakan platform hiburan yang banyak digandrungi oleh generasi-generasi sekarang ini. Para content creator di TikTok membuat konten singkat sesuai yang mencakup dengan tarian, komedi, musik, tutorial, dan banyak lagi. Proses pembuatan konten ini disesuaikan dengan minat dari audience di akun mereka masing-masing. Namun, apakah menjadi seorang TikTok content creator hanya sekedar hobi atau bisa dijadikan sebagai karir yang menjanjikan dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM)?

Analisis Karir TikTok Content Creator
Dalam konteks pengembangan karir, terdapat beragam teori yang dapat digunakan dalam menganalisis karir sebagai TikTok content creator. Salah satunya adalah Teori Pengembangan Karir Super (Donald Super’s Career Development Theory). Teori ini menggambambarkan perkembangan karir sebagai proses yang berlangsung secara berkesinambungan dan individu dapat mengembangkan karir mereka melalui tahapan-tahapan yang berbeda. Berdasarkan teori ini, karir sebagai TikTok content creator dapat dilihat sebagai sebuah karir yang berfokus pada pengembangan diri setiap individu. Para content creator dapat membuat dan mengkreasikan identitas online mereka, mengembangan ide-ide kreatif, dan juga dapat memilih alur karir yang sejalan dengan minat dan branding yang ingin mereka kembangkan dari diri mereka. Ini membuat peluang untuk pertumbuhan individu dan pengembangan diri yang sejalan dengan prinsip-prinsip utama dalam Teori Pengembangan Karir Super.

1. Tahap Pertumbuhan (Growth)
Tahap pertumbuhan dalam pengembangan karir seorang content creator TikTok sangat banyak diminati karena menjadi seorang content creator dengan salah satu platform TikTok pekerjaan yang mudah dicapai. Dikarenakan pertumbuhan yang pesat dari media sosial Tiktok, banyak pekerjaan menjadi lebih mudah dilakukan, termasuk dalam mengumpulkan atau menghasilkan uang. TikTok telah menjadi salah satu platform media sosial yang populer di kalangan semua orang di seluruh dunia, terutama di kalangan generasi Z dan kaum milenial. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika banyak orang yang menggunakan TikTok dan bahkan menjadi content creator untuk mengembangkan karir mereka, serta menciptakan inovasi-inovasi yang memungkinkan mereka untuk menghasilkan pendapatan melalui pembuatan konten. Tahap pertumbuhan seorang content creator Tiktok dalam pengembangan karir bisa dimulai dari:

• Menentukan target audiens
• Membuat konten yang berkualitas
• Mengikuti tren yang sedang viral
• Harus konsisten dalam mengunggah konten
• Memiliki ciri khas dan menjadi diri sendiri

2. Tahap Eksplorasi (Exploration)
Pada tahap eksplorasi dalam pengembangan karir content creator Tiktok pada era digitalisasi ini, peran content creator menjadi sangat penting. Maka dari itu, pengembangan karir pada content creator begitu pesat dan bisa disarankan menjadi content creator adalah hal yang bermanfaat seperti bisa menghasilkan uang. Pentingnya untuk generasi Z harus bisa mengambil keputusan dalam jenjang karir yang akan dituju atau yang diminati. Salah satunya bisa menjadi seorang content creator TikTok, yang tentunya bisa tahu pengembangan dirinya dalam berkarir, bisa mengetahui kreativitasnya, bisa memiliki penghasilan, mempunyai pemahaman yang matang, dan bisa memperkenalkan betapa pentingnya menjadi seorang content creator.

3. Tahap Pemantapan (Establishment)
Pada tahap ini generasi Z harus bisa memantapkan pengembangan karirnya sebagai seorang content creator TikTok. Pengalaman sebagai seorang content creator TikTok ada untungnya dan ada juga masalahnya. Dalam hal itu, sebagai content creator TikTok yang salah satunya generasi Z harus bisa memantapkan pekerjaannya sebagai content creator TikTok. Dimana dalam membuat konten lalu membagikannya bisa menguntungkan diri sendiri seperti menghasilkan uang untuk diri sendiri jika konten tersebut menarik dan banyak peminat yang melihat. Hanya saja, jika konten tersebut tidak menarik maka sangat susah untuk menghasilkan uang dan hal tersebut membuat content creator patah semangat untuk membuat konten. Maka dari itu, content creator harus bisa konsisten dalam membuat konten yang sangat kreatif dan mengupload konten sesuai jadwal yang dibuat. Dalam hal tersebut, pengembangan karir generasi Z harus terus berjalan agar yang dikerjakan membuahkan hasil yang maksimal untuk diri sendiri dan bisa bermanfaat untuk orang lain.

4. Tahap Pemeliharaan (Maintenance)
Tahap ini content creator TikTok dalam pengembangan karirnya harus bisa menyesuaikan dirinya sebagai content creator TikTok, meskipun banyak sekali plus dan minusnya content creator TikTok. Untuk content creator TikTok dalam pengembangan karirnya harus memiliki proses-proses agar pekerjaan yang dipilih tetap harus berjalan dan membuahkan hasil terus menerus dan selalu kompeten dalam mengerjakan pekerjaannya agar pengembangan karir tersebut tetap berkembang.

5. Tahap Penurunan (Disengagement)
Pada tahap ini content creator TikTok bisa berhenti dari pekerjaannya jika pekerjaannya merugikan pada dirinya. Seperti konten yang dibuat lalu di upload sudah jarang yang menyukai. Maka pekerjaan sebagai content creator TikTok bisa saja merugikan diri sendiri dan pengembangan karir dalam pekerjaan itu menurun. Dan sebaiknya, para content creator TikTok harus bisa mengelola konten dengan baik agar pengembangan karir tersebut tidak menurun atau tidak merugikan diri sendiri dalam mendapatkan keuntungan dari pekerjaan tersebut.

Kesimpulannya,
TikTok content creator sebagai karir yang menjanjikan di era digital, menawarkan peluang pertumbuhan dan pengembangan diri yang signifikan. Berdasarkan pada Teori Pengembangan Karir Super, karir sebagai TikTok content creator dapat dilihat sebagai proses berkelanjutan yang melibatkan tahapan pertumbuhan, eksplorasi, pemantapan, pemeliharaan, dan penurunan. Di tahap pertumbuhan, individu menentukan target audiens, menciptakan konten berkualitas, mengikuti tren viral, konsisten dalam mengunggah konten, dan membangun ciri khas pribadi. Tahap eksplorasi memberikan kesempatan bagi generasi Z untuk mengeksplorasi kreativitas dan potensi penghasilan, sementara tahap pemantapan menekankan pentingnya konsistensi dan inovasi dalam pembuatan konten untuk mempertahankan dan meningkatkan karir.

Dalam tahap pemeliharaan, seorang TikTok content creator harus menyesuaikan diri dengan dinamika platform dan audiens, memastikan bahwa mereka tetap relevan dan kompeten dalam pekerjaannya. Hal ini membutuhkan proses berkelanjutan untuk menjaga hasil kerja agar tetap produktif dan berkembang. Namun, di tahap penurunan, content creator mungkin menghadapi tantangan seperti penurunan popularitas atau keuntungan dari konten yang dibuat. Pada titik ini, penting bagi mereka untuk mengelola konten dengan bijak dan mungkin mempertimbangkan transisi karir jika pengembangan karir menunjukkan penurunan.

Penulis : Dea Aprillia, Arfianti Purwaningtyas, Risma Arrafianti, Suci Megawati
Afiliasi : Prodi S1 Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya

Daftar Pustaka :
NS Development. Tahap Perkembangan Karir. Diakses pada 02 November 2023, pada https://nsd.co.id/posts/tahap-perkembangan-karir.html
Perhumas. 9 Cara Untuk Menjadi Content Creator TikTok yang Wajib Kamu Ketahui. Diakses pada 02 November 2023, pada https://perhumas.topkarir.com/article/detail/9-cara-untuk-menjadi-content-creator-tiktok-yang-wajib-kamu-ketahui
Putra, B. J. (2021). Studi Literatur: Teori Perkembangan Karir Donald Edwin Super. Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 3(1), 30-38.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *