UMKM Desa Plunturan Go Digital Bersama BEM FISIP Untag Surabaya

Potret Tim Wiradesa BEM FISIP Untag Surabaya bersama pemilik UMKM Dinar Collection, Desa Plunturam

JurnalPost.com – Deklarasi Desa Plunturan sebagai Desa Wisata melalui program Dolan Plunturan pada tahun 2019 menjadi bukti besarnya potensi wisata yang ada di sana. Tentu UMKM lokal menjadi salah satu tiang penyangga pada program ini. Namun, belum ada iklim UMKM yang seimbang sebagai penyongsong. Hal ini yang menjadi landasan diangkatnya proposal “Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya Lokal Guna Menunjang Program Dolan Plunturan” dalam program Wiradesa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) pada 2021 lalu.

Wiradesa memiliki tujuan untuk memperoleh peta sumber daya produktif berbasis sumber daya manusia ataupun sumber daya alam desa yang dapat menumbuhkan startup desa dalam mengembangkan potensi yang ada melalui UMKM. Tim Wiradesa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dan optimis mampu mengajak pelaku UMKM di Desa Plunturan Ponorogo melek digital.

Kepala Desa program ini begitu bermanfaat bagi warga Desa Plunturan itu sendiri, terutama tujuannya yang berfokus pada UMKM. Sebagai Desa Wisata, UMKM mengambil peran besar dalam menyokong perekonomian bagi desa dan tentunya warga itu sendiri.

“Kami merasa terbantu, jadi pemerintah desa berfokus pada aspek wisata dan teman-teman ini berfokus membina UMKM,” jelas Dwi Bintoro, ST.
Kegiatan dilaksanakan selama 5 bulan menggunakan metode hybrid berupa pendampingan langsung pada lokasi dan pengamatan secara daring melalui whatsapp, zoom, dsb. Mendampingi 3 UMKM Prioritas di Desa Plunturan yaitu: UMKM Kripik Enthik, UMKM Sambal Kacang Wingga dan UMKM Dinar Collection. Meski hanya 3 UMKM yang menjadi prioritas, tim Wiradesa turut memberikan pelatihan kepada setidaknya 17 UMKM di Desa Plunturan untuk melek digital.

Tim Wiradesa BEM FISIP Untag Surabaya beranggotakan Abimanyu Ardiansyah, Mochamad Rafi Pangestu, M. Noval Hidayatullah, Ahmad Alif Fauzan, Claritha Angaline Djaja, Mohamad Soleh, Marisa Winda Dewi, Rizka Tri Anissa Putri, Yulian Amiftahkhul Ibra dan Muhammad Lutfi Darmawan. Juga menjalin kerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Ponorogo, Shopee dan Gapura Digital untuk menunjang berbagai pelatihan yang diberikan guna mendorong pelaku UMKM melek digital.

“Kami ingin mengajak UMKM beradaptasi dengan era digital ini, supaya tidak ketinggalan zaman, kami juga buatkan modul pelatihan untuk mereka,” jelas Yulian.

Pelatihan yang diberikan sangat beragam dan tidak monoton karena tim Wiradesa berisikan mahasiswa dari tiga Program Studi berbeda terutama atas dampingan dari Dosen Pembimbing Lapangan Anggraeny Puspaningtyas, SAP, MAP. Terdapat 8 pelatihan mengenai digital marketing yang diberikan mempersiapkan pelaku UMKM go digital. Seperti halnya strategi penjualan luring dan daring hingga administrasi UMKM seperti perizinan PIRT dan HKI.

“Adanya masukan dari teman-teman dengan berbagai sudut pandang sesuai dengan program studi, pelatihan ini semakin kaya dan kami melakukan social mapping dengan maksud menyesuaikan pelatihan kami berdasarkan kebutuhan pelaku UMKM di Desa Plunturan,” kata Aqshal Ghafara selaku Ketua tim Wiradesa.

Antusiasme dan kerja keras selama 5 bulan dilaksanakannya program Wiradesa membawa perkembangan yang luar biasa. Semua ini tentu tidak terlepas dari adanya bantuan dari pihak terkait serta niat dari para pelaku UMKM. Tekad dan kebersamaan tim Wiradesa BEM FISIP Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya tidak hanya membuahkan itu saja, program ini turut memberikan relasi baru dan pengalaman yang begitu seru. Bahkan hingga saat ini tetap terjalin hubungan dan komunikasi, baik itu untuk UMKM yang dikelola atau sekedar silahturahmi. –

Oleh: Abimanyu Ardiansyah

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *