Bogor ,,Sejumlah oknum diduga melakukan pemerasan secara berkelompok dengan dalih penanganan perkara hukum.
Aksi tersebut nyaris memakan korban sebelum akhirnya terbongkar setelah warga mencurigai gelagat para paelaku
Salah satu warga Kecamatan Sukajaya,Desa Sipayung dan nanggung Nino, mengaku hampir menjadi korban pemerasan oleh sekelompok orang yang mengklaim berasal dari kepolisian tingkat polres dan polda.
Kecurigaan warga sekitar terhadap identitas dan cara para oknum itu berkomunikasi membuat rencana pemerasan gagal. Peristiwa tersebut pun sempat menjadi pembicaraan di lingkungan setempat.
Kasus serupa juga dialami warga lain di Kecamatan Nanggung.Seorang warga berinisial Y mengaku didatangi sekelompok orang dalam jumlah cukup banyak. Pengakuan itu disampaikannya saat ditemui di Mapolsek Cigudeg.
“Mereka datang ramai-ramai, sekitar sepuluh orang, dua di antaranya perempuan. Awalnya mereka meminta uang Rp150 juta dengan alasan kasusnya berat,” ujar Y, Minggu 4 Januari 2026.
Y mengatakan tekanan yang diberikan membuatnya ketakutan hingga akhirnya menyerahkan sejumlah uang.
Menurutnya, uang yang sempat diberikan mencapai Rp7 juta, sebagian diserahkan secara tunai dan sebagian melalui transfer.
Praktik pemerasan dengan mencatut nama aparat penegak hukum dan media ini dinilai sangat merugikan masyarakat
Selain menimbulkan kerugian materi, tindakan tersebut juga mencederai kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum dan profesi jurnalistik yang seharusnya menjunjung tinggi integritas.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi. Namun, informasi yang dihimpun menyebutkan sedikitnya enam orang terduga pelaku telah diamankan oleh Polres Bogor untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.








